Jonan: Swasta belum minat bangun Pelabuhan Cilamaya

Kamis, 5 Februari 2015 14:40 Reporter : Novita Intan Sari
Jonan: Swasta belum minat bangun Pelabuhan Cilamaya Ignatius Jonan. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Cilamaya itu harus dibangun, tapi tidak usah pakai uang APBN. Presiden setuju asal swasta, tapi swasta belum ada yang minat sampai saat ini.


- Ignasius Jonan

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan belum ada investor swasta berminat membangun Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Padahal, megaproyek itu diharapkan bisa menjadi penyangga Pelabuhan Tanjung Priok.

Di sisi lain, pemerintah tidak ingin keluar uang untuk Pelabuhan Cilamaya.

"Cilamaya itu harus dibangun, tapi tidak usah pakai uang APBN. Presiden setuju asal swasta, tapi swasta belum ada yang minat sampai saat ini," kata Jonan di kantornya, Jakarta, Kamis (5/2).

Pada 16 Januari lalu, Jonan mengirimkan surat bernomor KU.001/1/1 A Phb-2015 kepada Presiden Joko Widodo. Isinya, rekomendasi agar proyek Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, dilanjutkan.

"Pelabuhan Cilamaya diperlukan untuk mendukung penambahan kapasitas pelayanan pelabuhan di Metropolitan Jakarta dalam rangka mengantisipasi pertumbuhan pesat dan permintaan pelayaran jasa petikemas di pelabuhan."

Dia melanjutkan, peningkatan petikemas diperkirakan mencapai 10,21 juta TEU's pada 2020. Itu masih bisa diantisipasi dengan pembangunan terminal Kalibaru.

"Tetapi dalam jangka menengah dan panjang, diperlukan tambahan kapasitas hingga 7,5 juta TEU's yang direncanakan dapat dipenuhi melalui pembangunan Pelabuhan Cilamaya."

Selain itu, Jonan juga menyebut sejumlah manfaat pembangunan pelabuhan Cilamaya. Pertama, menekan biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi di kawasan industri Cikarang dan Karawang dengan outlet pelabuhan dari sebelumnya ke Tanjung Priok (70 kilometer) menjadi ke Cilamaya (30 kilometer).

Kedua, memperkuat ketahanan ekonomi dengan menyediakan backup outlet pelabuhan melayani wilayah menghasilkan 7 persen kargo dalam negeri. Ketiga, menurunkan tingkat kemacetan di ibu kota negara dengan memindahkan sebagian trafik angkutan berat ke luar wilayah ibu kota.

Keempat, menekan penggunaan bahan bakar minyak subsidi dan meningkatkan utilisasi truk kontainer dengan memperpendek jarak tempuh dari industri manufaktur ke pelabuhan.

Kelima, menjamin keselamatan pelayaran dan area eksplorasi migas di kawasan lepas pantai Pelabuhan Cilamaya. [yud]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini