Jokowi soal Ekonomi Melambat: Jangan Kufur Nikmat, Negara Lain Malah Anjlok

Rabu, 5 Februari 2020 20:29 Reporter : Merdeka
Jokowi soal Ekonomi Melambat: Jangan Kufur Nikmat, Negara Lain Malah Anjlok Presiden Jokowi. ©2018 istimewa

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta masyarakat Indonesia bersyukur karena meski melambat, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di atas 5 persen. Sebab, banyak negara lain yang justru pertumbuhan ekonominya anjlok.

"Alhamdulillah ini juga patut kita syukuri bahwa pertumbuhan ekonomi masih di atas 5 persen, 5,02 persen. Patut kita syukuri, yang lain-lain bukan turun, anjlok. Kita ini kalau ngga kita syukuri artinya kufur nikmat," ujar Jokowi di Istana Negara Jakarta, Rabu (5/2).

Menurut Jokowi, di antara negara G-20 lainnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di peringkat kedua. Sulit mempertahankan posisi tersebut di tengah kondisi ekonomi saat ini. "Marilah kita bandingkan dengan negara-negara lain, terutama kita di G20. Kita ini nomor 2, growth kita," tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengapresiasi komunikasi yang baik antara otoritas moneter yakni bank sentral dengan pemerintah. Dia menilai pencapaian pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen karena kebijakan fiskal pemerintah dengan kebijakan moneter Bank Indonesia selaras.

"Saya kira kebijakan moneter oleh BI yang sangat pruden, kebijakan perbankan oleh OJK yang sangat pruden, itu sangat baik. Juga kebijakan fiskal kita yang sangat pruden, hati2 itu juga sangat penting sekali," jelas Jokowi.

1 dari 1 halaman

Kepercayaan Internasional Makin Baik

Bahkan, kata Jokowi, beberapa rating agency juga memberikan kenaikan peringkat kepada Indonesia. Misalnya, Japan Credit Rating ya g memberikan tambahan level yang lebih tinggi kepada Indonesia.

"Artinya apa, kepercayaan trust dari internasional kepada kita lebih baik. Optimisme ini yang harus kita sampaikan, jangan sampai mengambil hal-hal yang pesimis. Saya engga mau. Optimis dong, kepercayaan internasional kita semakin baik. Kita harus optimis," kata dia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 sebesar 5,02 persen. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan periode 2018 sebesar 5,17 persen dan 2017 sebesar 5,07 persen.

"Mempertahankan lima persen dalam situasi sekarang tidak gampang. Saya pikir 5,02 persen yang menunjukkan pelemahan ini, sudah cukup baik," ujar Kepala BPS, Suhariyanto, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/2).

Reporter: Lisza

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Menko Luhut Soal Dampak Virus Corona Besar ke Ekonomi RI: Kita Tak Perlu Tutupi
Pendapatan per Kapita Ditarget Jokowi Rp320 Juta, 2019 Baru Capai Rp59,1 Juta
Masih Ada Ketidakpastian Global, Ekonomi RI 2020 Diramal Masih Tumbuh 5 Persen
Gara-Gara Freeport, Ekonomi Papua Anjlok 7,4 Persen di 2019
Virus Corona Pukul Pariwisata RI, Bank Dunia Ramal Dampak ke Pertumbuhan Tak Besar

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini