Jokowi sebut minat menabung masyarakat Indonesia sangat rendah

Senin, 31 Oktober 2016 11:23 Reporter : Hana Adi Perdana
Jokowi sebut minat menabung masyarakat Indonesia sangat rendah Jokowi di Hari Menabung Sedunia di JCC. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tingkat kesadaran masyarakat untuk menabung masih sangat rendah. Padahal, tabungan menjadi salah satu instrumen kontribusi masyarakat pada pembangunan Indonesia.

"Tantangan kita bersama adalah bagaimana menjadikan 250 juta jiwa itu sebagai sebuah kekuatan yang produktif. Karena pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dari tingkat investasi dan tingkat tabungan masyarakat," ujarnya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, ‎Senin (31/10).

Presiden mengungkapkan tabungan dan dana investasi masyarakat dibutuhkan agar pihak perbankan dan perusahaan dapat menyalurkannya kepada kegiatan produktif.

"Semakin tinggi tingkat tabungan masyarakat di suatu negara tentunya akan menggerakkan roda perekonomian melalui tersedianya dana yang dapat disalurkan guna investasi di sektor riil maupun di sektor keuangan," ‎sambungnya.

Tercatat, saat ini rasio porsi tabungan terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita masih sangat rendah yakni sekitar 20 persen. Padahal, idealnya porsi tabungan terhadap PDB adalah sebesar 32 persen.

Tidak hanya itu, lanjutnya, tingkat kepemilikan rekening Indonesia juga masih rendah yakni sebsar 19 persen dari total ‎penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun. Kendati demikian, persentase tersebut masih bisa dikembangkan dengan melihat besarnya potensi dari kalangan pelajar yang belum membuka rekeningnya.

"Semuanya masih sangat bisa dikembangkan. Mengingat potensi tabungan kelompok pelajar saja mencapai 44 juta siswa, kelompok mahasiswa dan pemuda juga berjumlah sekitar 55 juta orang, dan tentunya ini bisa menjadi target penghimpunan dana yang masih cukup potensial."

"Dengan memulai kebiasaan menabung sejak dini melalui simpanan pelajar kita akan turut menanamkan kebiasaan produktif dan kebiasaan untuk selalu merencana kan masa depan semua perlu direncanakan dan dimulai dengan memiliki tabungan. Rajin menabung dan rajin berinvestasi," tutup mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini