Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi: Potensi pembangkit panas bumi RI baru tergarap 5 persen

Jokowi: Potensi pembangkit panas bumi RI baru tergarap 5 persen Jokowi. ©2014 merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, potensi pembangkit listrik panas bumi atau geothermal di Indonesia melimpah dan baru tergarap sekitar 5 persen saja. Indonesia setidaknya menyimpan 29.000 megawatt (MW) listrik panas bumi, tapi baru tergarap 1.533 MW saja.

Menurut Jokowi, jika pembangkit panas bumi bisa dioptimalkan, maka Indonesia bisa mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

"Potensi PLTP itu ada 29.000 MW yang dikerjakan sekarang baru 5 persen masih kecil sekali. Potensi sisanya 95 persen perlu dikerjakan. Ada potensi yang besar sekali," ujarnya di Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa (27/12).

Jokowi mengakui tidak mudah mengoptimalkan potensi panas bumi di Indonesia. Namun, ini tidak bisa jadi alasan untuk tidak mengoptimalkan panas bumi jadi listrik, setidaknya sebesar 7.500 MW saja. "Target kita 7.500 MW sampai dengan tahun 2025 karena potensinya ada," tuturnya.

Di tempat yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan hal senada. Menurutnya, tidak hanya panas bumi saja yang bisa dioptimalkan, melainkan energi alam lainnya seperti angin, air dan arus laut juga bisa dijadikan sumber energi.

"EBT termasuk panas bumi, angin dan sekarang mulai dijajaki yaitu arus laut itu lebih murah dibanding energi fosil," ucapnya.

Jonan meminta kepada Jokowi agar tidak hanya menargetkan dalam menambah jumlah pembangkit listrik melalui EBT, melainkan juga mendapat energi yang lebih efisien.

"Tapi kalau bisa kami mohon izin tapi jangan hanya target idealisme tapi target dengan harga terjangkau. Kami mohon izin bukan hanya target idealisme tapi juga target yang harganya terjangkau," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP