Jokowi Minta Bank BUMN Bantu Petani Beli Mesin Pertanian

Selasa, 19 Maret 2019 18:41 Reporter : Supriatin
Jokowi Minta Bank BUMN Bantu Petani Beli Mesin Pertanian Presiden Jokowi. ©Liputan6.com/Hanz Salim

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantu petani membeli mesin-mesin pertanian. Mesin yang dimaksud Jokowi di antaranya mesin penggilingan padi atau RMU (rice mill unit), mesin pengering (dryer) dan mesin pengemasan (packaging).

Ini disampaikan Jokowi saat bertemu ratusan pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Direksi sejumlah bank milik negara hadir dalam pertemuan ini, seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

"Problem sekarang pemberian RMU untuk kemasan dan dryer perlu dukungan perbankan," kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Selasa (19/3).

Jokowi menyebut, harga mesin penggilingan padi, mesin pengering dan mesin pengemasan cukup bervariatif. Ada yang seharga Rp 500 juta, Rp 2 miliar hingga Rp 48 miliar. Jokowi yakin perbankan bisa membantu petani untuk membeli mesin-mesin tersebut.

"Semuanya feasible untuk dibiayai bank," ujarnya.

Kepada petani, Jokowi mengingatkan agar mengubah pola pikir dalam mengolah hasil pertanian pascapanen sesuai dengan perkembangan zaman, salah satu contohnya pengeringan padi. Jokowi mengatakan, sudah cocok mengeringkan padi dengan cara menjemur di tengah jalan. Di era modernisasi ini pengeringan padi bisa menggunakan dryer.

"Mind set harus diubah," ucap dia.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga mengajak Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarto untuk berdialog. Jokowi bertanya mengenai proses pencairan kredit petani yang selama ini terkesan lamban.

"Produsen kelihatannya saya baca pengen masuk ke bank. Tapi kok sulit keluar uangnya. Penyebab lapangan apa?" tanya Jokowi.

"Mungkin kadang memang sulit ke bank. Tapi yang memang membuat sulit, bank yang diputar adalah utang dari masyarakat. Disalurkan lagi ke bapak ibu. Kalau macet tabungan bapak ibu engga bisa dibalikkan sehingga harus prudent dan hati-hati sehingga hitungan harus pas," jelas Sunarto.

"Saya kira problem mungkin diperlukan pendampingan dari bank yang layak tetapi kalau administrasi belum terpenuhi kita dekati dengan program kemitraan softloan," imbuhnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini