Jokowi Ingin Transportasi di Ibu Kota Baru Tanpa Pengemudi
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membahas sejumlah persiapan terkait pembangunan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur, salah satunya yaitu soal model transportasi. Dia ingin ibu kota baru menggunakan transportasi berbasis autonomous atau tanpa pengemudi.
"Baik yang berkaitan dengan transportasi, karena di ibu kota baru nantinya transportasi umumnya, transportasi massa-nya akan menggunakan autonomous vehicle," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas persiapan pemindahan ibu kota di Kantor Presiden, Rabu (15/1).
Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga ingin kendaraan pribadi menggunakan autonomous car. Jokowi meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro untuk memikirkan desain transportasi itu.
"Pak Menhub dan pak Menteri Riset berbicara mengenai ini, mengenai kesiapan, karena infrastruktur kalau kita betul-betul siap betul infrastrukturnya juga diarahkan kepada penggunaan electric vehicle dan autonomous vehicle," jelasnya.
Kurangi Kendaraan Pribadi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi membeberkan transportasi massal yang akan dibangun di Ibu Kota baru guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Salah satunya yaitu infrastruktur kereta yang akan dibangun mulai dari Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT) hingga Autonomous Rapid Transit (ART) dan juga Bus Tanah Air (Amfibi).
Seperti diketahui, pemerintah telah resmi menunjuk Penajam Paser Utara dan Kutai di Kalimantan sebagai ibu kota baru. Pembangunan infrastruktur dasar di sana akan dimulai tahun depan.
"Teknologi seperti MRT, ART atau Autonomous Rapid Transit akan kita hadirkan di sana," kata Menhub Budi dalam sebuah acara diskusi bertajuk 'Transportasi Massal di Ibu Kota Baru' Seperti Apa?, di Jakarta, Kamis (10/10).
Dia menjelaskan bahwa jenis-jenis transportasi tersebut memang belum familiar khususnya untuk ART. ART adalah kereta tanpa kabel listrik dan rel. Kereta ini akan berjalan di jalan raya dengan rel virtual.
"Teknologi itu sendiri masih belum terlalu banyak dilakukan tetapi dengan suatu semangat yang baik, dengan kemampuan teknologi yang dimiliki oleh teman-teman kita di INKA di kereta api, kita yakin dapat melakukan itu semua," ujarnya.
Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya