Jepang Tertarik Investasi di Sektor Perikanan dan Migas RI
Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu dan rombongan di Kantornya, Jakarta. Adapun kedatangannya terkait dengan rencana investasi di Indonesia.
Dia mengatakan, Jepang tertarik untuk investasi di sektor perikanan dan energi. Sementara, untuk nilai investasi dan lokasinya belum bisa dipastikan mengingat bakal ada pertemuan kembali antara pemerintah dan Jepang pada Kamis (16/1).
"Dia mau investasi untuk ikan dan juga minyak mungkin gas. Lokasi belum tahu nanti kita liat nanti. Kami baru bicara (lebih jelas) tanggal 16 Januari," ujarnya di Kantornya, Jakarta, Jumat (10/12).
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu di Istana. Dalam pertemuan, Jokowi mengajak pelaku usaha Jepang melakukan investasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
"Saya ingin mengajak Jepang melakukan investasi di Natuna," kata Jokowi di Istana Merdeka.
Kepala Negara mengapresiasi kerja sama RI-Jepang di Natuna yang sudah terjalin, yaitu pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu untuk fase pertama. "Saya harapkan usulan pendanaan untuk fase kedua dapat segera ditindaklanjuti," kata Jokowi.
Tingkatkan Kualitas Suster di Indonesia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Indonesia akan kerja sama dengan Jepang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja suster. Nantinya, suster asal Indonesia akan mengenyam pendidikan di Jepang sembari bekerja.
"Tentu juga hal-hal yang bisa sinergikan daripada kebutuhan dari market di negara-negara tersebut yang bisa kita kerja sama kan. Seperti misalnya tenaga kerja di Jepang yang sekarang kekurangan suster," ujar Erick di Kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (9/1).
Dia mengatakan, BUMN memiliki perusahaan rumah sakit yang nantinya digabungkan menjadi satu. Ke depan, pihak kedutaan luar negeri akan bekerja sama dengan tim di luar negeri.
"Kita kan ada perusahaan-perusahaan hospital atau RS yang mau kita mau gabungkan jadi satu grup. Nah itu kan susternya banyak, di situ bisa juga ada pendidikan suster yang bisa kolaborasi dengan kedutaan untuk membuka lapangan kerja untuk tim kita di luar negeri," jelasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya