Jepang Ingatkan Pembangunan Pedalaman Ala Jokowi Jangan Korbankan Hutan

Selasa, 3 September 2019 18:54 Reporter : Merdeka
Jepang Ingatkan Pembangunan Pedalaman Ala Jokowi Jangan Korbankan Hutan Direktur Eksekutif Great Forest Wall Project, Makoto Nikkawa. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Pemerintah saat ini terus giat melanjutkan pembangunan infrastruktur hingga ke kawasan terdalam. Namun begitu, Jepang mengingatkan agar Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia tetap menjaga kelestarian hutannya.

Direktur Eksekutif Great Forest Wall Project yang berasal dari Negeri Matahari Terbit, Makoto Nikkawa, menyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan memang perlu. Tetapi jangan sampai merusak hutan.

"Di zaman sekarang ini pembangunan berkelanjutan penting sekali. Apalagi bidang usaha di bidang kehutanan, penting untuk menjaga kelanjutan semua pihak," imbuh dia dalam acara 6th Year Anniversary Planting 10.000 Trees Initiatives yang diselenggarakan APP Sinar Mas di Kabupaten Siak, Riau, Selasa (3/9).

Dia mengatakan, menjaga kelestarian lingkungan memang merupakan masalah paling sulit saat ini. Itu terbukti dengan maraknya kasus kebakaran hutan seperti yang terjadi di kawasan Amazon, Brasil, hingga angin topan dahsyat di Amerika Serikat.

"Dengan latar belakang ini, kalau melihat inisiatif APP bekerjasama dengan pihak terkait, penanaman 10.000 pohon selama 6 tahun, kami percaya ini akan berlanjut dengan keberhasilan lagi ke depannya," ujarnya.

"Dan sebagai masyarakat, dengan kegiatan begitu harus mendukung supaya lingkungan bisa terjaga. Kebetulan APP punya cabang di jepang, jadi komunikasi bisa terus terjaga," dia menambahkan.

Sementara itu, Perwakilan Relawan Jepang Yoshiko Sakai juga menyoroti perubahan iklim (climate change) sebagai salah satu dampak dari perilaku manusia yang banyak membangun tanpa mempertimbangkan faktor alam.

"Untuk Indonesia, saya sudah melihat kita harus melakukan perbaikan untuk climate change. Dengan tugas berat ini, acara penanaman pohon bisa berkembang dengan lebih baik dan melanjutkan kegiatan ini," ungkap dia.

"Jadi program penanaman pohon ini milik semua, milik dunia. Paling tidak kita tetap kerjasama tanam pohon supaya bisa memperlambat program perubahan iklim saat ini," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini