Jalur LRT Cibubur-Bogor Tak Lagi Melayang, Bisa Hemat Rp 250 Miliar

Kamis, 31 Januari 2019 20:38 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Jalur LRT Cibubur-Bogor Tak Lagi Melayang, Bisa Hemat Rp 250 Miliar pembangunan jalur LRT di Tol Jagorawi. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Direktur Utama PT Adhi Karya, Budi Harto menyebut bahwa 70 persen lintasan LRT Jabodebek Fase II rute Cibubur-Bogor bakal dibangun landed atau menapak tanah.

"70 persen menapak di tanah. ke arah Bogor banyak yang 'luang' jadi bisa grounded," kata dia, saat ditemui, di Kemenko Maritim, Jakarta, Kamis (31/1).

Dia mengakui bahwa pembangunan lintasan yang menapak di tanah (landed) jauh lebih murah dibandingkan jika dibuat melayang atau elevated. "Beda antara elevated dan menapak tanah, di pekerjaan sipilnya saja. Kira-kira bisa turun banyak," katanya.

"(Bisa turun) Rp 150 miliar sampai Rp 250 miliar bisa. Memang mahal elevated. Karena tahu sendiri kan buat fondasi nya 40 meter, tiangnya," jelas dia.

Pihaknya pun mengaku siap mengerjakan proyek tersebut. Namun dia menegaskan bahwa untuk memulai pembangunan, tentu harus ada instruksi lebih dulu dari Pemerintah.

"Bogor-Cibubur kami sudah siap dengan desainnya. Kalau diinstruksikan oleh pemerintah untuk mulai kami siap mulai. Ini kan belum diinstruksikan Pemerintah. Kalau besok perintah, lusa kerja," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik pembangunan Light Rail Transit (LRT) di daerah yang dibuat melayang. Menurut JK, pembangunan akan lebih efisien jika dibangun di darat atau tidak elevated.

Dia menjelaskan, pembangunan LRT secara elevated seharusnya diterapkan untuk di dalam kota. Untuk luar kota, kontruksi dikatakan tidak perlu dibuat elevated.

"Itu tergantung di mana LRT itu. Kalau LRT itu di tengah kota itu elevated, kalau di luar kota tidak perlu elevated," kata Wapres JK saat ditemui di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (14/1).

Wapres JK mengatakan, pembangunan secara elevated memakan biaya lebih besar dibanding dibuat di bawah dengan cara membebaskan lahan. "Lebih murah membebaskan lahan dari pada membangunnya (elevated)," ujarnya.

Dia juga mengkritik proses pembangunan LRT yang dinilai terlalu lama sehingga membuat pembiayaan membengkak. "Kalau mahal pasti lama," ujarnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini