Jadi Komisaris Utama Pertamina, Benarkah Gaji Ahok Rp 3 Miliar Sebulan?

Senin, 25 November 2019 18:12 Reporter : Idris Rusadi Putra
Jadi Komisaris Utama Pertamina, Benarkah Gaji Ahok Rp 3 Miliar Sebulan? Ahok. ©2015 merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok secara resmi ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menetapkan dan mengangkat 1 direksi dan 3 komisaris baru PT Pertamina (Persero).

Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) untuk komisaris Nomor 282/MBU/11/2019 dan Direksi melalui SK Nomor 283/MBU/11/2019. Ahok menggantikan posisi sebelumnya yang ditempati oleh Tanri Abeng.

Dikutip dari laporan keuangan Pertamina tahun 2018, direksi dan dewan komisaris mendapat kompensasi sebesar USD 47,23 juta pada 2018 lalu. Angka tersebut turun jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang tercatat USD 52,78 juta.

Jika dihitung secara kasar, jumlah komisaris dari Pertamina sebanyak 7 orang. Sedangkan jumlah direksi tercatat 11 orang. Jika dibagi rata, maka masing-masing pejabat tersebut akan mendapat USD 2,62 juta atau sebesar Rp 37,44 miliar per tahun.

Jika dibagi selama 12 bulan, maka setiap bulan setiap komisaris dan direksi Pertamina mendapat kompensasi kurang lebih Rp 3,08 miliar. Nilai yang cukup besar.

Namun memang, hitungan tersebut adalah hitungan secara kasar. Jika melihat dari laporan keuangan perseroan, gaji direktur utama ditetapkan dengan menggunakan pedoman internal yang ditetapkan oleh Menteri BUMN selaku RUPS PT Pertamina (Persero).

Sedangkan gaji anggota direksi lainnya ditetapkan dengan komposisi faktor jabatan, yaitu sebesar 85 persen dari gaji direktur utama.

Untuk honorarium komisaris utama Pertamina sebesar 45 persen dari gaji direktur utama dan untuk wakil komisaris utama sebesar 42,5 persen dari gaji direktur utama. Untuk anggota dewan komisaris tertulis 90 persen dari honorarium komisaris utama.

1 dari 1 halaman

Tanggapan BUMN

Meski demikian, Staf Khusus Bidang Komunikasi Menteri BUMN Arya Sinulingga membantah bahwa gaji yang akan diterima komisaris dan direksi Pertamina sebesar Rp 3 miliar.

"Tidak. Gaji beliau (Ahok) standar BUMN dan bukan sebesar itu," kata Arya ketika dihubungi merdeka.com, Senin (25/11).

Namun, dia tidak bisa merinci berapa besaran gaji yang akan diterima Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina. "Angkanya tidak punya. Tapi tidak seperti itu," imbuhnya. [azz]

Baca juga:
Dalam Waktu Dekat, Ahok Akan Diperkenalkan di Lingkungan Pertamina
Jadi Komisaris Utama Pertamina, Apa Tugas Ahok?
Polri Bangga Komjen Condro Kirono Jadi Komisaris Pertamina di Bawah Ahok
Ahok Jadi Komisaris Pertamina, Djarot Sebut Tak Ada Aturan Mundur dari Partai
Istana Sebut Ahok Jadi Komisaris Utama untuk Benahi Pertamina

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini