Jadi Bank Buku II, BCA Bakal Suntik Bank Royal Sebesar Rp700 Miliar

Rabu, 6 November 2019 18:14 Reporter : Merdeka
Jadi Bank Buku II, BCA Bakal Suntik Bank Royal Sebesar Rp700 Miliar bank BCA. REUTERS/Beawiharta

Merdeka.com - Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya akan menyuntik dana senilai Rp700 miliar kepada PT Bank Royal Indonesia. Sebagai anak usaha, Bank Royal nantinya akan difokuskan pada segmen perbankan digital.

Selain itu, upaya penyuntikan Bank Royal juga dilakukan agar perusahaan dapat menjadi bank buku II. Akan tetapi, syarat modal inti bank buku II sendiri ialah Rp1 triliun. Adapun bank buku II merupakan bank yang memiliki modal inti sebesar Rp1-5 triliun.

"Yang jelas kita siapkan untuk jadi BUKU 2. Karena kalau digital harus BUKU 2, jadi kita akan siapkan untuk jadi bank buku 2," tuturnya di Jakarta, Rabu (6/11).

Dia menjelaskan, saat mengakuisisi penuh saham Bank Royal Indonesia modal intinya hanya Rp300 miliar. Sebab itu, pihaknya memproyeksi dana yang akan disuntik di kisaran Rp700 miliar.

"Tapi kita harus tetap inject, jadi Rp1 triliun itu modal dasarnya. Nanti kita tambah Rp700 miliar," kata dia.

Nantinya, penyuntikan dana kepada PT Bank Royal Indonesia akan dilakukan secara langsung. "Langsung, nanti kita langsung suntikan," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Perkembangan Transaksi Digital

Jahja mengakui bahwa perkembangan teknologi saat ini berpengaruh besar terhadap pola perubahan yang terjadi di masyarakat. Hal ini tercermin dari perilaku masyarakat ketika ingin melakukan transaksi keuangan.

Dia menyebut transaksi yang dilakukan di ATM saat ini hanya sekitar 23 persen saja, sementara yang dilakukan di cabang BCA hanya mencapai 1,8 persen. Sementara, 75 persen sisanya masyarakat sudah menggunakan mobile banking untuk melakukan transaksi keuangan.

Padahal jika berkaca pada 2007 lalu, masyarakat yang melakukan transaksi di ATM jumlahnya mencapai 71 persen. Sementara, 17 persen dilakukan di beberapa cabang-cabang yang ada di BCA dan sisanya menggunakan mobile banking.

"Begitu cepat perubahan sehingga sepertinya cabang tak begitu diperlukan lagi. Tetapi kalau dilihat berapa nilai transaksi di cabang ternyata 1,8 persen transaksinya nilainya meningkat. 5 tahun lalu apakah saya sudah tahu 2019 seperti ini perbankan? Jawaban saya tak terbayang. Akselerasi teknologi berkembang luar biasa," kata dia.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Bos BCA: 75 Persen Transaksi Keuangan Kini Gunakan Mobile Banking
Ekonomi Melambat, BCA Revisi Target Pertumbuhan Kredit Jadi 8 Persen
Dana Pensiun Harus Dipersiapkan Sejak Usia Muda
BCA Tawarkan Produk Baru untuk Asuransi Dana Pensiun
Perizinan Hingga Tenaga Kerja, Tuntutan Pengusaha ke Menteri Kabinet Baru
Grab dan Gojek Lemahkan Kinerja Kredit Kendaraan Bermotor BCA

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini