Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Investasi Bodong Oleh Fintech, Ini Strategi OJK Cegah Masyarakat Jadi Korban

Investasi Bodong Oleh Fintech, Ini Strategi OJK Cegah Masyarakat Jadi Korban Ilustrasi Penipuan Investasi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengatakan pihaknya selalu melakukan edukasi agar masyarakat terhindar dari investasi bodong. Hal ini sebagai upaya peningkatan perlindungan konsumen terutama di era digitalisasi yang banyak berhubungan dengan financial technology (fintech).

"Edukasi, edukasi dan edukasi, itu nomor satu. Karena masyarakat perlu perlindungan. Kalau dia merasa dirugikan karena tidak tahu, ya. Tidak tahu bahwa produk itu ternyata produk yang sebenarnya tidak perlu dibeli," ujarnya di Komplek Perkantoran OJK, Jakarta, Jumat (23/11).

Wimboh mengatakan peningkatan edukasi masyarakat merupakan langkah preemptive untuk mencegah terjadinya kerugian karena salah dalam melakukan investasi di sektor jasa keuangan. Peningkatan edukasi ini juga strategi OJK untuk memitigasi uang masyarakat sehingga meskipun ada kerugian nilainya tidak terlalu banyak.

"Jadi, bagaimana supaya masyarakat tahu bahwa mana produk yang sesuai dengan profil dia sehingga dia bisa memitigasi dirinya sendiri dengan demikian jumlah masyarakat yang dirugikan tadi tidak begitu banyak. Itu adalah prioritas yang harus kita lakukan," jelasnya.

Meski demikian, persentase fintech pelaku investasi bodong hingga kini terus menurun seiring dengan penegakan hukum dan pengawasan yang dilakukan oleh OJK. "Frekuensinya sudah turun, silakan masyarakat kalau merasa dirugikan melaporkan ke kita," tandasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP