Intip Resep Sukses Pengobatan Mak Erot Hingga Mampu Raup Rp 3,5 Juta per Tamu

Minggu, 1 Desember 2019 08:00 Reporter : Arie Basuki
Intip Resep Sukses Pengobatan Mak Erot Hingga Mampu Raup Rp 3,5 Juta per Tamu Jejak pengobatan Tradisional Mak Erot. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Keluarga Mak Erot menyambut positif rencana pengembangan destinasi wisata kesehatan pemerintah. Pariwisata saat ini menjadi salah satu andalan pemerintah dalam mendatangkan devisa negara.

Hal ini disampaikan oleh Haji Baban (45 tahun) bersama adiknya Haji Rohmatullah (37 tahun) yang merupakan cucu langsung dan penerus bisnis vitalitas Mak Erot. Perlahan sejak pekan lalu pasien mulai berdatangan berobat ke Cisolok, Sukabumi didukung perbaikan jalan menuju lokasi di Kampung Cigadog.

©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Sejak kematian Mak Erot pada 2008 silam, tercatat lima cucu Mak Erot meneruskan usaha pengobatan pijat alat vital yakni H.Baban, H.Rohmatullah, Alif Abdillah, Bubun, Bibin. Keluarga Mak Erot biasanya mematok tarif pengobatan antara Rp 700.000 hingga Rp 3,5 juta tergantung jenis layanan dan penyakit pasien.

Sepuluh hingga dua puluh pasien setiap harinya mendatangi kelima cucu Mak Erot. Mereka kebanyakan berasal dari kota-kota di Pulau Jawa dan para pekerja asing yang tinggal di Jakarta dan Bandung.

Metode yang mereka gunakan seragam. Menggunakan pijat simpul saraf pada bagian alat vital pria untuk menyembuhkan impotensi, ejakulasi dini atau pada bagian yang sakit lain seperti sakit pinggang, saraf kejepit, dan lain sebagainya.

©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Khusus untuk memperbesar alat vital pria, digunakan potongan bambu yang besarnya disesuaikan dengan keinginan pasien. Bambu tersebut kemudian diisi lemang atau ketan hitam yang sudah direbus untuk kemudian harus dimakan bersama buah terong muda oleh pasien.

Usai dipijat pasien dibekali ramuan air yang berasal dari rempah-rempah buatan sendiri untuk diminum selama 3 hari. Proses pemijatan hanya berlangsung sekitar setengah sampai satu jam. Metode tersebut sudah diwariskan bertahun tahun.

©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Ilmu pengobatan mereka bersumber dari leluhur, khasanah budaya lokal. Mereka memang mengakui banyak yang mengatasnamakan ataupun meniru metode pengobatan Mak Erot. Namun, sejatinya atau ilmu intinya, mereka tidak bisa melakukannya karena terdapat resep khusus. Seperti diperlukan laku puasa, dzikir, dan lain lain.

1 dari 3 halaman

Pemerintah Ingin Kembangkan Destinasi Wisata Kesehatan

Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bergandengan tangan mengembangkan wisata kesehatan (health tourism).

Berdasarkan konsep dan peta jalan pengembangan wisata kesehatan yang disepakati bersama, health tourism ini terdiri empat klaster; wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga yang mendukung kesehatan, dan wisata ilmiah kesehatan.

Menurut Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Indonesia memiliki potensi memajukan wisata kesehatan ini. Sehingga punya peluang mendatangkan banyak wisatawan asing.

Salah satu dari empat bagian yang dinilai paling berpotensi adalah wisata kebugaran dan jamu.

"Nah, kalau misalnya wisata kebugaran dan jamu ini, inilah yang harus masyarakat majukan. Kita punya industri jamu yang hebat-hebat tapi tidak pernah kita ungkapkan," kata Terawan di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta Pusat pada Selasa, 19 November 2019.

Contoh yang disebut Terawan, di antaranya tongkat ali dan purwaceng. Tak ketinggalan, pengobatan alternatif pembesaran organ intim lewat pijat ala Mak Erot tak luput dari perhatian Terawan.

"Di situ kita kemas dengan baik, wisatawan asing pasti datang," katanya.

2 dari 3 halaman

Harus Ada Ide Segar

Menurut Menkes Terawan, harus ada ide-ide segar yang membuat orang asing mau datang ke Indonesia agar wisata kesehatan ini mendatangkan devisa negara.

"Kasih hal-hal yang membuat keingintahuan menjadi besar. Ini sangat penting dan kita yakin bahwa Indonesia itu mempunyai ide-ide cemerlang dan inovasi-inovasi yang baik untuk menjual sesuatu," katanya.

Terawan, melanjutkan, kalau yang lain menjual bekam, mengapa Indonesia tidak menjual kerokan?

"Kalau 100 kamar dengan dengan return time-nya hanya 20 menit 25 menit berapa itu? Begitu keluar, minum jamunya," ujarnya.

Purwaceng, tongkat ali, Mak Erot, sampai kerokan menurut Terawan adalah hal-hal yang terkadang tidak terpikirkan, padahal amat berguna karena bisa dikembangkan. "Ya, kadang-kadang kita malu karena tiap hari kita melihatnya (orang dikerok) tapi buat orang asing, (kerokan) itu hal yang sangat menarik," ujarnya.

"(Kerokan) bagi orang asing itu kan aneh. (Apalagi) kalau gambarnya macam-macam (menjadi menarik)," kata Terawan disambut gelak tawa peserta.

Terawan menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sepakat memprioritaskan pengembangan wisata kebugaran dan jamu, karena dinilai memiliki prospek kesehatan, budaya, dan ekonomi yang tinggi.

"Penetapan ini menjadi prioritas merupakan keputusan yang tepat. Selain mempunyai nilai jual yang tinggi, Indonesia menawarkan tindakan promotif dan preventif lebih utama dalam bidang kesehatan," kata Terawan.

3 dari 3 halaman

Soekarno Kerap Mampir ke Rumah Mak Erot

Barangkali belum banyak yang tahu Soekarno juga dekat dengan keluarga Mak Erot. Boleh percaya atau tidak. Menurut Syaifulloh, cucu pertama dari anak keenam Mak Erot, presiden kelahiran Blitar, Jawa Timur, itu kabarnya kerap singgah ke rumah kakek dan neneknya di Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. "Sering mampir ke sana. Nenek tidak cerita apakah beliau berobat atau tidak, saya juga tidak tanya. Tapi barangkali saja seperti itu (berobat)," kata Saifulloh saat dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya, kamis dua pekan lalu.

Boi adalah suami Mak Erot. Syaifulloh mengungkapkan kakeknya itu memiliki beberapa foto bareng Soekarno. Misalnya ketika Soekarno singgah ke Palabuhanratu atau saat Soekarno mampir ke rumah. Dulu, semasa menjabat presiden, Soekarno memang sering mampir ke istananya di Palabuhanratu. Boi, tokoh warga di sana, sering datang lalu mengobrol bareng sang presiden.

"Saya dapat cerita dari nenek itu saja, tidak lebih. Makanya beliau meminta saya menyimpan foto Bung Karno ini," ujarnya. Itu sebabnya di ruang praktik Syaifulloh di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, terpacak foto Soekarno dengan hiasan tasbih dan keris.

Reporter: Aditya Eka Prawira

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Ditata Ulang, Pelabuhan Benoa Bakal jadi Pintu Masuk Wisatawan Kelas Dunia
Indonesia Negara Nomor Satu Destinasi Wisata Terbaik Dunia Versi Majalah AS
Ada Lomba Lari, Tol Bali Mandara Ditutup Sementara pada 15 Desember
Genjot Kunjungan Wisman, 3 BUMN Gelar Lomba Lari di Tol Atas Air
Kembangkan Wisata Halal Jakarta, Bank DKI Siapkan Produk Syariah
Presiden Jokowi Sebut Labuan Bajo Jadi Wisata Super Premium di 2020
Mengunjungi Negeri di Atas Awan Gunung Luhur

[bim]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini