Kelompok nelayan di Teluk Lamong, yang berlokasi di perbatasan antara Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kini tengah mengembangkan sebuah inovasi budidaya yang menarik. Mereka memperkenalkan program yang disebut "apartemen kepiting soka", sebuah metode pemeliharaan kepiting yang dirancang untuk efisiensi dan keberlanjutan. Inisiatif ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah setempat.
Program apartemen kepiting soka ini merupakan bagian integral dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diinisiasi oleh PT Terminal Teluk Lamong dan PT Pelindo Terminal Petikemas. Dukungan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat nelayan di wilayah ring 1 perusahaan, meliputi Kelurahan Romokalisari dan Tambak Osowilangun di Surabaya, serta Kelurahan Tenggulunan di Gresik. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan.
Camat Benowo Surabaya, Denny Christupel Tupamahu, menyatakan optimismenya terhadap program ini. Ia meyakini bahwa pengembangan apartemen kepiting soka tidak hanya akan meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan, tetapi juga menjadi ilmu berharga yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Program ini juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar dan bahkan membuka peluang untuk ekspor di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Budidaya Efisien: Konsep Apartemen Kepiting Soka
Konsep "apartemen kepiting" merupakan rancangan tempat pemeliharaan yang inovatif, dirancang khusus agar lebih efisien dan ramah lingkungan dalam budidaya kepiting soka. Struktur apartemen ini disusun secara bertingkat, memungkinkan kepiting untuk tumbuh dan berkembang dalam ruang yang lebih teratur. Desain ini menjadi solusi cerdas untuk tantangan dalam budidaya kepiting.
Menurut Sekretaris Perusahaan Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, struktur bertingkat pada apartemen kepiting ini memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya adalah meminimalisasi risiko kanibalisme antar kepiting, yang sering menjadi masalah dalam budidaya konvensional. Selain itu, desain ini juga mempermudah proses pemanenan, sehingga meningkatkan efisiensi kerja para nelayan.
Program pengembangan apartemen kepiting soka ini juga menjadi fokus utama Pelindo dalam meningkatkan kesadaran nelayan akan pentingnya pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Konsep apartemen kepiting dirancang untuk menciptakan habitat buatan yang berfungsi sebagai rumah bagi kepiting. Hal ini secara tidak langsung membantu menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Advertisement
Advertisement
Dukungan dan Pendampingan Komprehensif untuk Nelayan
Program apartemen kepiting soka ini tidak hanya sebatas pemberian fasilitas, melainkan juga melibatkan pendampingan komprehensif bagi kelompok nelayan. Syaiful Anam menjelaskan bahwa pendampingan ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari persiapan awal, pemberian bantuan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, hingga monitoring dan evaluasi pelaksanaan budidaya. Pendampingan ini memastikan nelayan memiliki bekal yang cukup.
Sebelumnya, pada Agustus 2024, telah diselenggarakan pelatihan budidaya kepiting soka sebagai fondasi program ini. Melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, nelayan diharapkan dapat mengembangkan keterampilan budidaya kepiting secara mandiri. Mereka juga didorong untuk berinovasi dalam desain tempat pemeliharaan, seperti yang terlihat pada konsep apartemen kepiting ini.
Pendampingan yang diberikan mencakup berbagai aspek teknis budidaya kepiting soka. Nelayan akan dibekali pengetahuan mengenai konsep air dan filtrasi yang tepat untuk lingkungan kepiting. Selain itu, mereka juga diajarkan tentang konsep bibit kepiting soka instan dan teknik mutilasi, serta pengenalan media dan makanan yang ideal untuk pertumbuhan kepiting. Ini adalah upaya menyeluruh untuk meningkatkan kapasitas nelayan.
Advertisement
Advertisement
Optimisme Peningkatan Ekonomi dan Peluang Pasar Ekspor
Camat Benowo Surabaya, Denny Christupel Tupamahu, sangat optimistis bahwa program apartemen kepiting soka ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal. "Program ini sangat bernilai yang ilmunya dapat diturunkan ke generasi selanjutnya," katanya, menyoroti aspek keberlanjutan pengetahuan dan keterampilan. Peningkatan pendapatan masyarakat nelayan menjadi target utama.
Lebih lanjut, Denny berharap budidaya kepiting soka dapat terus berkembang pesat. Ia melihat potensi besar program ini untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat, bahkan hingga menjangkau pasar ekspor. Ekspansi pasar ini akan memberikan dorongan ekonomi yang kuat bagi wilayah pesisir di sekitar Teluk Lamong.
Syaiful Anam dari Terminal Teluk Lamong menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah pesisir. Dengan akses pasar yang lebih luas, UMKM dapat berkembang dan menciptakan lapangan kerja baru. Konsep apartemen kepiting yang menjaga ekosistem juga selaras dengan visi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews