Inovasi Teknologi, Pesan Tiket Kereta Api dan Taksi Semudah Update Status

Rabu, 15 September 2021 20:50 Reporter : Anggun P. Situmorang
Inovasi Teknologi, Pesan Tiket Kereta Api dan Taksi Semudah Update Status Perbaikan rel kereta api. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Sambil menunggu suami pulang bekerja, Dian duduk santai sambil main gadget miliknya. Bukan update status media sosial. Dian sedang mencari tiket kereta api untuk keberangkatan menuju Malang dari Semarang. Ada pekerjaan mendesak yang harus dilakukan di kota tersebut. Jari jemarinya sibuk membuka aplikasi KAI Access.

Tak butuh waktu lama, rute dan jam keberangkatan yang pas segera di-booking. Pembayaran pun bisa diselesaikan melalui telepon genggam. Hanya butuh beberapa menit, tiket pun sudah di tangan. "Cuma butuh waktu nggak lebih dari 10 menit," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (15/9).

Dian bercerita, selama jadi pengguna moda transportasi ular besi ini, banyak pengalaman yang dirasakan. Stigma naik kereta ribet tidak lagi dirasakan. Apalagi setelah ada KAI Access. Di mana, dengan aplikasi ini pemesanan tiket bisa dilakukan dari mana saja.

"Saya ingat dulu waktu kuliah di Semarang, harus ke beberapa kota berkunjung ke rumah saudara. Memesan tiket harus antre di depan loket. Kalau lagi 'apes' bisa jadi saya berdiri lama mengantre. Itu makan waktu dan tenaga," jelasnya.

Belum lagi kata Dian, sudah mengantre cukup lama namun tidak mendapat tiket. Oleh karena itu, KAI Access sebagai terobosan baru solusi tepat pemesanan tiket. "Saya tahu KAI Access itu sekitar tahun lalu, waktu itu saya butuh perjalanan ke Jakarta bersama suami saya. Saya coba pesan dari situ. Awalnya ragu, masa bisa? Setelah saya bayar, tiket terbit. Persis sama seperti kita membeli tiket pesawat," tuturnya.

Terobosan teknologi seperti KAI Access layak mendapat pujian. Di masa pandemi saat ini, teknologi jadi senjata memerangi penyebaran virus disertai dengan penerapan 3M yaitu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.

"KAI Access sudah pasti aman, nyaman dan mudah dalam pemesanan tiket. Sehingga kita bisa turut menekan penyebaran Virus Corona. Jangan lupa ketika melakukan perjalanan tetap terapkan 3M," jelasnya.

kai access
istimewa ©2021 Merdeka.com

Adaptasi teknologi memang menjadi kunci sukses PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengantar penumpang selama pandemi. Beragam upaya dilakukan agar penumpang bisa sampai tujuan. Namun tetap merasa nyaman dan aman. Pembatasan aktivitas demi menekan penyebaran virus dilakukan oleh pemerintah. Tak terkecuali untuk perjalanan kereta api.

Bagi PT KAI, adaptasi di tengah pandemi tidak terlalu sulit. Hal ini tak lain karena perseroan sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Salah satunya melalui KAI Access. Teknologi canggih ini mampu mencakup seluruh kebutuhan penumpang. Teknologi tentunya harus dibarengi dengan sosialisasi kepada masyarakat. KAI Access sendiri mengusung kampanye 'Memesan Tiket Semudah Update Status'.

KAI Access diluncurkan bersamaan dengan KAI Online Travel Fair pada 13 Oktober 2018 lalu. Sebelum Virus Corona merebak ke seluruh dunia. Manfaat KAI Access semakin banyak dirasakan. Sebab layanan ini menawarkan berbagai kemudahan. Mulai dari pemesanan tiket, pembatalan hingga pengubahan jadwal tanpa ribet.

Mengusung tema biru tua dan oranye, aplikasi ini sudah diunduh 5.622.482 pengguna hingga 31 Agustus 2021. Dari jumlah tersebut bisa dibayangkan betapa banyaknya masyarakat yang terlayani dengan aplikasi ini.

VP Public Relations PT KAI Joni Martinus mengatakan, dengan adanya aplikasi KAI Access, perseroan mampu mengurangi kontak fisik antara pegawai dan pelanggan melalui pembelian online, pembatalan online, reschedule online. Di mana sebelumnya dilakukan di loket.

"Kemudian pada saat boarding, petugas tidak perlu lagi mengecek tiket pelanggan, karena sudah tersedia fitur e-boarding pass. Terdapat juga fitur pemesanan pre order makanan di kereta yang akan digunakan," kata Joni kepada merdeka.com.

Fitur-fitur tersebut hadir untuk membantu PT KAI menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 dan memberikan kemudahan bagi pelanggan. Halaman depan KAI Access menampilkan proses pembelian tiket lengkap dengan cara memesan hingga pembayaran. Selain kotak pemesanan, juga terdapat fitur penambahan, pembatalan serta ubah jadwal perjalanan.

Fitur lain yang tidak kalah menarik adalah pemesanan makanan. Tentu, makanan menjadi faktor penting yang tidak boleh terlewatkan. Perjalanan terasa tidak lengkap tanpa makanan. PT KAI pun menangkap peluang ini.

PT KAI juga menambahkan fitur berita dalam KAI Access. Lewat fitur ini penumpang khususnya, bisa mengetahui perkembangan terkini perjalanan maupun inovasi serta kinerja perseroan dalam melayani masyarakat.

Tak berhenti berinovasi, PT KAI menggandeng PT Blue Bird Tbk untuk menghadirkan layanan yang memungkinkan pemesanan taksi Blue Bird terintegrasi pada aplikasi KAI Access. Kolaborasi ini memungkinkan masyarakat, saat memesan tiket kereta api dapat menambahkan layanan taksi Blue Bird sebelum membayar.

kai access
istimewa ©2021 Merdeka.com

Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo mengatakan, peluncuran layanan ini semakin memberikan kemudahan aksesibilitas, integrasi, dan kenyamanan kepada pelanggan untuk memanfaatkan taksi-taksi Blue Bird. Tentunya kolaborasi ini sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak.

"Jadi ini kolaborasi dan sinergi yang sangat luar biasa. Di mana Blue Bird sebagai pemain utama taksi dan PT KAI sebagai pemain utama kereta api berkolaborasi, bersinergi, dalam memberikan value kepada para pelanggan kami," kata Didiek.

Tinggi Peminat

Peminat layanan kereta api cukup tinggi di Indonesia. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum pandemi menghantam transportasi, pengguna layanan ini mencapai 386.375 juta orang pada 2018. Jumlah ini termasuk pengguna kereta api Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

Kemudian jumlah tersebut meningkat pesat tahun berikutnya. Di mana jumlah pengguna kereta mencapai 428.006 juta orang di 2019. Namun kemudian setelah pandemi masuk ke Indonesia terjadi penurunan signifikan. Pada 2020, BPS mencatat pengguna kereta api hanya 186.125 juta orang.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno, mengatakan, penurunan tersebut disebabkan oleh penerapan PPKM. Hal ini bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat di masa pandemi.

"Tentu menurun jauh dibanding satu atau dua tahun sebelumnya. Karena pandemi tidak hanya menghantam sektor kesehatan tetapi juga transportasi. Bukan hanya kereta api tetapi juga jenis transportasi lainnya," katanya.

Dia mengatakan, layanan kereta api saat ini sudah cukup baik serta mampu bersaing dengan layanan kereta api di luar negeri. Ditambah lagi sejak adanya Moda Raya Terpadu (MRT) yang memaksa masyarakat tertib berkendaraan umum.

"Layanan KAI sudah cukup baik kalau dibandingkan dengan kereta api di luar negeri ya. Penggunanya juga sudah tertib tidak seperti dulu ada yang naik naik ke atas gerbong dan sebagainya. Apalagi sejak ada MRT, makin tertib lagi," kata Djoko.

Sejak penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali pada 3 Juli 2021 lalu, persyaratan perjalanan menggunakan transportasi kereta api turut mengalami adaptasi.

Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, guna meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan, perusahaan telah mengintegrasikan sistem boarding ticketing dengan aplikasi Peduli Lindungi mulai 23 Juli 2021. Integrasi ini juga akan memberikan informasi riwayat kesehatan penumpang.

"Peduli Lindungi merupakan aplikasi milik Kementerian Kesehatan yang tidak hanya menelusuri kontak tracking dan tracing namun juga terintegrasi dengan data hasil tes pemeriksaan Covid-19 dan data vaksinasi nasional," kata Eva belum lama ini.

Pada saat melakukan boarding, calon penumpang tetap wajib menunjukkan boarding pass atau e-boarding pass, kartu identitas calon penumpang, dan surat keterangan lainnya yang dipersyaratkan.

Adapun persyaratan protokol kesehatan yang saat ini ditetapkan untuk dapat menggunakan KA Jarak Jauh di antaranya berusia minimal 12 tahun, memiliki berkas pemeriksaan RT-PCR masa berlaku 2x24 jam atau Antigen masa berlaku 1x24 jam dengan hasil negatif kemudian sudah divaksin minimal dosis 1.

Sementara itu, untuk mendukung upaya pemerintah pada pencegahan penyebaran Covid-19, PT KAI membuka layanan vaksinasi bagi penumpang KA di Stasiun Gambir dan Pasarsenen, mulai 3 Juli 2021 lalu. Perkembangan informasi layanan vaksinasi tersebut bisa diakses melalui KAI Access.

Layanan vaksinasi di dua stasiun keberangkatan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) tersebut tercatat telah melayani sekitar 65 sampai dengan 100 peserta vaksin per hari untuk layanan Vaksin di Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Layanan vaksinasi di Stasiun Gambir dan Pasarsenen dibuka setiap hari pada pukul 08.00 sampai dengan 12.00 Wib.

Adapun persyaratan dan kriteria peserta vaksin dikutip melalui KAI Access sebagai berikut:

1. Berusia 12 Tahun ke atas

2. Belum pernah mendapatkan vaksin dosis pertama

3. Menunjukkan kode booking yang sudah dibayar atau tiket Kereta Api Jarak Jauh yang berlaku

4. Memiliki KTP (adapun NIK diperlukan untuk pendataan dan sertifikasi vaksin);

5. Datang paling lambat H-1 sebelum jadwal keberangkatan KA

6. Calon Penumpang dalam kondisi sehat, memiliki suhu tubuh normal yakni tidak lebih dari 37,5 derajat

7. Bagi ibu hamil bisa mendapatkan vaksin setelah mendapat penjelasan dari petugas kesehatan dan bersedia atas pilihannya untuk divaksin Covid-19. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kereta Api Indonesia
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini