Inilah Biang Kerok Pengembangan Energi Panas Bumi RI Lambat

Selasa, 13 Agustus 2019 18:54 Reporter : Merdeka
Inilah Biang Kerok Pengembangan Energi Panas Bumi RI Lambat Pipa Panas Bumi. ©2014 merdeka.com/alwan ridha ramdhani

Merdeka.com - Asosiasi Panas Bumi Indonesia menyebutkan beberapa penyebab lambatnya pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Salah satunya penetapan harga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), Prijandaru Effendi, mengatakan ‎lambatnya pengembangan panas bumi salah satunya karena adanya perbedaan antara keekonomian proyek dan kemampuan beli listrik PLN.

"Tadi kan kendala dari dulu antara keekonomian proyek dan kemampuan beli PLN, itu ada disparitas," kata Prijandaru,‎ dalam pembukaan The 7 th Indonesia International Geothermal, Convention and Exebition 2019, di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (13/8).

Menurutnya, pemerintah sempat memberikan subsidi untuk pengembangan panas bumi, sehingga listrik yang dijual dari PLTP ke PLN menjadi terjangkau. Namun, ‎kini subsidi tersebut dialihkan untuk belanja infrastruktur.

"Seperti MRT atau infrastruktur pemerintah. mengurangi atau meniadakan (subsidi untuk panas bumi) saat ini karena dianggap tidak prioritas," tuturnya.

‎Prijandaru mengakui, kegiatan eksplorasi panas bumi mendapat fasilitas pendanaan dari lembaga penyedia keuangan yang disalurkan melalui pemerintah. Namun, penyalurannya sangat lambat sehingga pengembangan panas bumi tetap terhambat.

"Goverment Drilling (panas bumi) yang salah satu menolong, tapi uang itu lambat, satu sumur kan USD 7 juta plus infrastruktur jadi kurang lebih ya sangat kita apresasi, tapi dengan mengejar 5.000 MW pertambahan kan tidak cuma government drilling saja," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini