Ini strategi Kemenperin wujudkan 20.000 wirausaha baru di 2020

Jumat, 3 Agustus 2018 19:30 Reporter : Arie Sunaryo
Ini strategi Kemenperin wujudkan 20.000 wirausaha baru di 2020 Direktur Jenderal IKM Gati Wibaningsih. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan sebanyak 20.000 wirausahawan baru pada 2020. Untuk mewujudkan target tersebut, sejumlah perguruan tinggi pun dilibatkan.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM), Gati Wibawaningsih, mengatakan pelibatan perguruan tinggi bukan tanpa alasan. Sebab, perguruan tinggi memiliki hasil-hasil riset.

"Itulah yang akan dikembangkan di masyarakat dalam rangka menumbuhkan wirausahawan baru," ujar Gati disela membuka acara Pagelaran Expo Hasil Riset Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (3/8).

Tak hanya perguruan tinggi, Kemenperin mengintensifkan kerjasama dengan sekolah menengah kejuruan (SMK). Lulusan SMK direkrut untuk diberikan pendidikan di universitas dan politeknik yang berada di bawah Kemenperin.

"Kemenperin memiliki 11 universitas dan politeknik, mulai dari bidang tekstil, kerajinan kulit, hingga makanan. Mereka kita berikan beasiswa pendidikan selama dua tahun. Kemudian mereka dijadikan pendamping IKM sebagai tahapan awal menjadi wirausahawan baru," katanya.

Selain itu, Kemenperin juga bekerja sama dengan komunitas-komunitas IKM. Mereka diberikan pelatihan dan bantuan mesin serta peralatan, khususnya yang berminat untuk berwirausaha.

"Pengalaman selama ini menunjukkan Indonesia memiliki banyak bibit-bibit wirausahawan. Tapi sebagian besar belum menekuni bidang itu secara total," katanya.

Dia menjelaskan, saat ini masih banyak pelaku IKM yang hanya serius menjalankan usahanya saat masih dalam proses pendampingan. Namun saat pendampingan sudah selesai, kerjanya jadi asal-asalan.

"Menumbuhkan wirausawahan baru itu sulit, komitmennya kurang. Biasanya IKM, ketika pendamping sudah tidak disitu lagi, kerjanya jadi ngawur. Itu masalahnya," keluhnya. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini