Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini keunggulan industri baja nasional mampu bersaing di pasar global

Ini keunggulan industri baja nasional mampu bersaing di pasar global baja. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Industri baja Indonesia masih menyimpan harapan bersaing di pasar Asia Tenggara. Ada dua keunggulan dari industri baja nasional jika dibandingkan dengan industri baja dari negara Asia Tenggara lain.

Pertama, struktur industri baja Indonesia yang sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir. Kedua, produksi baja Indonesia memiliki peluang terbesar di Asia Tenggara.

"Konsumsi baja di Asia terbesar di dunia, dimana tahun 2015 sebesar 955 juta ton, 2016 sebanyak 993 juta ton," ujar Kepala Komite Indonesia Iron&Steel Industry Association (IISIA) Basso Datu Makahanap di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (11/10).

Kendati demikian, ada tantangan para pelaku industri untuk mengembangkan pasar komoditas baja. Salah satunya, dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kedua, bersinergi dengan korporasi luar negeri agar bisa menampung produksi subsitusi, tidak perlu didatangkan dari luar negeri. Ketiga, meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri dalam setiap pembangunan di hulu dan hilir.

"Sekaligus pemerintah dapat menjamin ketersediaan energi dan menekan ongkos-ongkos logistik sehingga bisa bersaing," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP