Ini Isi Sistem Penempatan Satu Kanal Pekerja Migran RI ke Arab Saudi

Senin, 22 Agustus 2022 16:00 Reporter : Merdeka
Ini Isi Sistem Penempatan Satu Kanal Pekerja Migran RI ke Arab Saudi Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia. ©2021 Merdeka.com/Migrant Care

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, Technical Arrangements yang berfungsi sebagai pengaturan teknis pilot project Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) secara terbatas bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), tidak mencabut Keputusan Menteri Ketenagakerjaan nomor 260 tahun 2015 tentang penghentian dan pelarangan Penempatan TKI pada pengguna perseorangan di negara-negara Kawasan Timur Tengah.

"Sampai sekarang kita belum mencabut penghentian dan pelarangan penempatan TKI pada pengguna perseorangan di Kawasan Timur Tengah," kata Menaker dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (22/8).

Menurutnya, SPSK merupakan exit strategy Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang selama ini ada terkait penempatan di sektor domestik di Saudi Arabia.

Adapun poin penting yang tertuang dalam TA SPSK, di antaranya penempatan PMI pada sektor domestik Arab Saudi, hanya dapat dilakukan melalui SPSK (sistem penempatan satu kanal). Kemudian, Arab Saudi berkomitmen menghentikan kebijakan konversi visa WNI menjadi visa kerja pada sektor domestik Arab Saudi.

Selanjutnya, ada batas harga maksimum dari struktur biaya adalah sebesar 11.250 SAR (Saudi Arabia Riyal), yang wajib ditinjau tim Joint task force setiap tiga bulan atau sesuai keperluan.

Upah minimum bagi PMI adalah sebesar 1.500 SAR atau setara Rp 5,9 juta ( 1 SAR = Rp 3.900) yang besarannya dapat ditinjau dan disepakati kembali berdasarkan kebutuhan pasar. Serta telah diatur standar perjanjian kerja yang diantaranya telah mencakup hak dan kewajiban pemberi kerja dan PMI.

Poin penting lainnya, yaitu telah diatur proyek percontohan SPSK Indonesia-Arab Saudi untuk penempatan PMI sektor domestik pada pengguna berbadan hukum (Syarikah):

- Jenis pekerjaan: pengurus rumah tangga, pengasuh bayi, juru masak keluarga, perawat lansia, supir keluarga dan pengasuh anak.
- Area kerja: Mekah, Jeddah, Riyadh, Madinah, Dammam, Dhahran, Khobar.
- Jumlah PMI yang ditempatkan sesuai kesepakatan bilateral.
- P3MI dan badan hukum yang terlibat harus memiliki izin.
- Proses perekrutan dan penempatan dilakukan untuk jangka waktu 6 bulan sejak penempatan pertama.

Poin selanjutnya, proyek percontohan SPSK Arab-Saudi dapat ditangguhkan atau diberhentikan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan oleh tim JTF. Dokumen TA SPSK Indonesia-Arab Saudi berlaku selama 2 tahun, dengan rincian 6 bulan untuk proses perekrutan dan penempatan, dan 18 bulan untuk proses persiapan dan evaluasi.

Sementara, poin lainnya, yaitu implementasi TA SPSK Indonesia-Arab Saudi didiskusikan dalam forum JTF setiap tiga bulan atau sesuai keperluan. Serta, evaluasi dilaksanakan dengan mengembangkan dan mengacu pada indikator kinerja utama yang sudah disepakati bersama dan ditetapkan dalam dokumen TA SPSK Indonesia-Arab Saudi.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, tertuang dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 260 tahun 2015 tentang menghentikan dan melarang penempatan PMI terhadap pengguna perseorangan di Timur Tengah ada beberapa sebab.

"Jadi, yang harus di highlight adalah larangan terkait dengan penggunaan tenaga pengguna perseorangan di Kawasan Timur Tengah," ujarnya.

Sebab pertama, yaitu belum adanya peraturan perundang-undangan mengenai perlindungan PMI di negara penempatan. Kedua, belum adanya mekanisme penyelesaian masalah PMI di negara penempatan.

Ketiga, banyaknya kasus yang terjadi di negara penempatan, lebih dari 60 persen kasus yang terjadi adalah PMI yang bekerja pada pengguna perseorangan. Keempat, adanya sistem kafalah pada pengguna perseorangan yang merugikan PMI.

Kelima, meningkatnya jumlah PMI yang tinggal tanpa tercatat. Keenam, meningkatnya jumlah PMI yang mendapatkan masalah. Oleh karena itulah, Pemerintah Indonesia akhirnya menyepakati Technical Arrangements, yang berfungsi sebagai pengaturan teknis pilot project Sistem Penempatan Satu Kanal Indonesia-Arab Saudi.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Peluang dan Tantangan Penempatan Satu Kanal Pekerja Migran RI ke Arab Saudi
Waspada, 3 Ciri Modus Penipuan Lowongan Kerja bagi WNI di Hong Kong
CEK FAKTA: Tidak Benar BP2MI Bagikan Bantuan Rp150 Juta untuk Pekerja Migran
Penyalur PMI Ilegal ke Kamboja Diburu, Polda Sumut Koordinasi dengan Bareskrim
Pekerja Migran Tuntut Malaysia Hentikan Kekerasan di Pusat Tahanan Imigrasi
BP2MI: Ratusan WNI di Kamboja Mendapat Kekerasan selama Penyekapan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini