Ini inovasi Jasa Marga untuk mandiri dalam permodalan proyek tol
Merdeka.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menyatakan penyelesaian masif proyek jalan tol perseroan telah dipersiapkan secara matang. Berbagai skema inovasi pendanaan pun diluncurkan oleh perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan menjaga kinerja keuangan perusahaan.
Vice President Corporate Finance Jasa Marga, Eka Setya Adrianto, menyebutkan perseroan secara total telah menerbitkan lima skema pendanaan perdana di industri jalan tol.
"Jadi pendanaan yang dikembangkan oleh Jasa Marga juga memperhatikan karakteristik keuangan masing-masing jalan tol yang diprospek dalam instrumen pendanaan tersebut," ujarnya di Bontang, Kalimantan Timur (29/10).
Diawali pada 2017, ada tiga skema pendanaan yang telah diluncurkan yaitu Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi, Project Bond JORR W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami) dan Global IDR Bond (Komodo Bond).
Adapun Jasa Marga terus mengupayakan berbagai skema inovasi pendanaan. Hingga Oktober 2018, kata dia, Jasa Marga telah meluncurkan dua skema inovasi pendanaan perdana yaitu Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).
Sementara, Direktur Utama JSMR, Desi Arryani menambahkan pihaknya menargetkan proyek jalan tol yang tergabung dalam Jaringan Jalan Tol Trans Jawa selesai konstruksi pada bulan November 2018 dan siap dioperasikan akhir 2018.
"Bulan Desember, ditargetkan Jalan Tol Batang-Semarang 75 km, Semarang-Solo Seksi Salatiga-Kartasura 32 Km, Porong-Gempol 6 Km dan Gempol-Pasuruan 14 Km," tuturnya.
Reporter: Bawono Yadika Tulus
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya