Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini catatan kejadian saat Natal 2017, termasuk kekosongan BBM di Mamuju

Ini catatan kejadian saat Natal 2017, termasuk kekosongan BBM di Mamuju SPBU. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Posko Nasional Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 Kementerian ESDM mencatat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian pada perayaan natal maupun tahun baru yang akan datang.

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah pasokan BBM yang harus lancar, sehingga tidak terjadi kekosongan BBM.

Berdasarkan pengalaman pada hari Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, BPH Migas mencatat adanya kekosongan BBM di Kota Mamuju Sulawesi Barat tanggal 30 Desember 2017 dan 3 Januari 2018.

"Kekosongan terjadi karena keterlambatan kapal sandar dan cuaca ekstrem. Sebagai tindak lanjut, untuk mengisi kekosongan dilakukan pengalihan ke jenis Gasoline lain (Pertalite dan Pertamax) dan meminta alih suplai dari TBBM terdekat," ungkapnya di BPH Migas, Senin (8/1).

Selain itu, tercatat pula sambungan pipa rendam di mesin pompa SPBU 54.61260, Sidoario pada tanggal 7 Januari 2018 pukul 14.30 hingga 18.30 mengalami kebocoran. Akibatnya, sebanyak 3,7 ton BBM Jenis Pertalite hilang dan pemilik SPBU mengalami kerugian mencapai Rp 500 juta.

Di sektor Ketenagalistrikan, tercatat selama masa Hari Raya Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru 2018 terdapat daerah yang mengalami kondisi defisit listrik yaitu Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) pada tanggal 30 Desember 2017.

"Kondisi disebabkan oleh gangguan terhadap PLTU Pulang Pisau unit #1 dan #2 (2 x 42 MW) dan Excess Power Pembangkit MSW Tanjung unit #2 (20 MW)," jelas Ibnu.

"Hal ini menyebabkan sistem Barito mengalami pemadaman bergilir. Pada tanggal 31 Desember 2017, secara berangsur angsur pembangkit tersebut pulih kembali dan Sistem Barito tidak mengalami kondisi defisit," sambungnya.

Karena itu, beberapa rekomendasi yang diberikan kepada posko Nasional ESDM di masa yang akan datang antara lain memenuhi kebutuhan BBM khususnya jenis Premium sesuai Kuota JBKP untuk mencegah antrean.

Selain itu, perlu juga dilakukan pelayanan ekstra serta peningkatan inovasi pelayanan penyediaan BBM, LPG, dan Listrik. "Serta meningkatkan Koordinasi dengan stakeholder terkait dan mensosialisasikan nomor Kontak Posko untuk dapat diketahui masyarakat," tandasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP