Indonesia segera ekspor nanas dan jeruk nipis ke Ukraina
Merdeka.com - Indonesia berpotensi mengirim dan membuka pasar buah tropis di Ukraina. Sebab, kedua negara telah menjalin kerja sama yang ditandai dengan penandatangan protokol kerja sama karantina pada 17 April 2018. Kerja sama ini dijalin di sela-sela menghadiri sidang tahunan ke-13 Commision for Phytosanitary Measures (CPM) International Plant Protection Convention di Roma, Italia.
"Di sela-sela CPM, kita sudah mendatangi ekspor protokolnya. Seperti MoU jaminan untuk kesehatan produk-produk yang di ekspor dan di impor dengan Ukraina. Di situ juga dilakukan inisial shining untuk ekspor buah-buah tropis kita," ucap Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Banun Hartini, usai menandatangani MoU dengan perwakilan Papua Nugini. Bertempat di Badung, Bali, Jumat (20/4) malam.
Ada tujuh buah tropis Indonesia yang telah disepakati untuk di ekspor ke Ukraina, yaitu pisang, nanas, salak, manggis, jeruk nipis, buah naga, dan mangga.
"Standar sudah di sepakati, dan kita bersyukur di 7 buah itu, masalah penyakit tidak menjadi konsen Ukraina. Sehingga tidak ada hambatan, mudah-mudahan tahun ini sudah bisa (ekspor)," imbuh Hartini.
Hartini berharap, ada dua komoditi buah yang bisa di ekspor terlebih dulu, yaitu jeruk nipis dan nanas. Sebab, buah nanas sudah mempunyai supplier yang cukup baik. "Kita sudah punya beberapa kebun nanas yang memang sudah biasa untuk diekspor, dan kita sudah mulai biacara dengan eksportirnya dan para kelompok petaninya agar itu bisa dipasok ke Ukraina," jelasnya.
"Kita harus jaga untuk yang Ukraina, dan yang paling siap itu buah nanas. Kalau untuk target dari Ukraina tidak ada batasan tergantung nanti para pelaku usaha itu bisa berkembang dan mereka juga sudah siap mengirimkan delegasi dan nantinya ada pertemuan di Indonesia,' ungkapnya.
Selain itu, terbukanya ekspor buah tropis ke Ukraina yang berada di Eropa Timur merupakan kesempatan Indonesia membuka pasar non tradisional di bagian Eropa Timur.
"Sebenarnya, ini kesempatan kita untuk membuka pasar non tradisional. Selama ini, pasar tradisional kita Eopa, Amerika, Australia. Sekaran perdagangan ini sangat dinamis, kita harus cari pasar-pasar baru yang kemungkinan yang bisa didapatkan dan kompetisnya berkurang. Ukraina bisa menjadi pintu masuk untuk melakukan pemasaran perdagangan ke Eropa Timur," paparnya.
Selain itu, Hartini juga mengungkapkan untuk kualitas buah tropis Indonesia tak kalah bersaing dengan negara tropis lainnya. "Untuk kualitas mereka sangat suka. Selain itu, Ukraina selama ini impor buah tropis dari Amerika latin itu jauh sekali. Kemarin sudah ada eksportir yang sempat datang dan melihat jeruk nipis dan mereka bilang kenapa tidak dari Indonesia. Jadi kita sudah siap, dan optimis," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya