Indonesia Rawan Bencana Hidrometeorologi, Apa itu?
Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang P.S. Brodjonegoro, menyebutkan Indonesia merupakan negara yang rawan terkena bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, puting beliung dan sebagainya.
Dia mengungkapkan, hari ini pemerintah telah melakukan rapat koordinasi mengenai hal tersebut. Terutama bencana yang terjadi di danau.
"Tadi pagi rapat koordinasi mengenai danau, tapi yang paling penting adalah dalam rapat tersebut disadari bahwa Indonesia itu punya potensi bencana hidrometeorologi," kata Menteri Bambang saat ditemui di kantornya, Selasa (26/3).
Dia mengungkapkan, bencana tersebut tidak murni merupakan gejala alam. Melainkan ada campur tangan manusia yang mengakibatkan timbulnya bencana. "Sebagian karena perubahan iklim, tapi sebagian karena kelalaian kita mengurusi lingkungan," ujarnya.
Dia mengatakan, berdasarkan data yang dia peroleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dari awal 2019 hingga saat ini tercatat sudah ada 250 masyarakat Indonesia yang meninggal karena bencana hidrometeorologi.
"Dari Januari tahun baru sampai hari ini sudah ada 250 warga Indonesia yang meninggal dunia karena bencana, dan bencananya semua bencana hidrometeorologi. Paling besar adalah kemarin yang terjadi di Papua Danau Sentani," ujarnya.
Berkaca pada musibah yang terjadi di Danau Sentani, Menteri Bambang mengajak semua pihak untuk semakin aktif menjaga kelestarian lingkungan. Agar alam yang indah bisa dinikmati oleh masyarakat, bukan malah menjadi penjemput maut.
"Padahal Danau Sentani itu kita tahu danau yang indah, danau yang harusnya memberikan kehidupan bagi masyarakat sekelilingnya paling tidak sebagai sumber air bersih. Tapi karena tidak kita urus dengan baik dari sisi lingkungannya, danau yang tadinya menjadi aset ekonomi akhirnya menjadi bagian dari bencana yang menewaskan begitu banyak saudara-saudara kita yang tinggal di sekitar danau Sentani."
"Jadi dari hal tersebut kelihatan bahwa kalau kita mengabaikan sisi lingkungan hidup dalam upaya pembangunan ekonomi, maka yang terjadi adalah justru kerugian yang bisa lebih besar dan memakan nyawa manusia," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya