Indonesia makin dibanjiri produk impor China, ini kata Menperin Airlangga

Senin, 25 Juni 2018 14:15 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Indonesia makin dibanjiri produk impor China, ini kata Menperin Airlangga Menperin Airlangga Hartarto disambut santri pondok pesantren An-Nawawi, Jawa Tengah.. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik merilis kinerja ekspor impor Indonesia pada Mei 2018. Nilai impor Indonesia Mei 2018 mencapai USD 17,64 miliar atau naik 9,17 persen dibanding April 2018, demikian pula jika dibandingkan Mei 2017 meningkat 28,12 persen.

Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama JanuariMei 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 27,75 persen, 22,59 persen, dan 33,73 persen.

Menanggapi hal ini, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya masih harus melihat lebih dalam lagi terutama terkait impor barang-barang industri. "Ya nanti kita lihat kalau impornya terkait bahan baku dan barang modal. Itu positif untuk ekonomi," ungkapnya ketika ditemui, di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (25/6).

Dia pun mengakui bahwa impor produk China yang dilakukan Indonesia memang meningkat jika dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN. Meskipun demikian, Ketua Umum Partai Golkar ini tidak membeberkan secara lebih rinci berapa kenaikan impor dari China tersebut.

"Kalau kita lihat dari China sendiri kalau negara ASEAN impornya relatif stabil, hanya Indonesia yang meningkat karena memang pasar yang besar di Indonesia," jelas dia.

Diketahui berdasarkan data BPS, tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama JanuariMei 2018 adalah Tiongkok dengan nilai USD 18,36 miliar (27,87 persen), Jepang USD 7,59 miliar (11,53 persen), dan Thailand USD 4,56 miliar (6,93 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,41 persen, sementara dari Uni Eropa 9,25 persen.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini