Indonesia Kehilangan 2 Juta Turis Asal China Akibat Virus Corona

Kamis, 20 Februari 2020 18:46 Reporter : Dwi Aditya Putra
Indonesia Kehilangan 2 Juta Turis Asal China Akibat Virus Corona Luhut Panjaitan. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengakui mewabahnya virus corona begitu menghantui ekonomi negara-negara berkembang, tak terkecuali Indonesia. Di Indonesia sendiri terbukti telah terjadi penurunan devisa akibat berkurangnya wisatawan dari Negeri Tirai Bambu.

"Ke Indonesia dampaknya memang penurunan devisa untuk tourism karena turis China 2 juta orang menurun," kata dia di Jakarta, Kamis (20/2).

Dia menyebut, ada sekitar 137 juta turis China berkontribusi ke dunia. Indonesia menjadi negara tujuan terkecil hanya sekitar 2 juta atau lebih. Sementara turis China yang melancong ke Singapura dan Jepang masing-masing tercatat sebanyak 6 juta.

"Kita baru 2 juta saja sudah ribut. (Tapi) itu memberikan kontribusi pada perdagangan, lapangan kerja dan sebagiannya. Ini harus segera kita perbaiki," kata dia.

Mantan Menko Polhukam itu menambahkan, pengaruh ekonomi China kepada dunia sekarang sudah hampir 18 persen. Padahal jika bercermin dari kasus SARS yang menimpa China beberapa lalu kontribusinya baru mencapai 4 persen terhadap dunia.

"Jadi lebih 4 kali, hampir 5 kali lebih besar skala ekonomi Tiongkok hari ini dari pada tahun 2003. Jadi ini punya dampak besar ke kita. Jadi mungkin dalam 2 bulan ke depan kalau kita tidak hari hati menata itu akan berpengaruh ke ekonomi dalam negeri kita," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Jumlah Warga Terinfeksi Virus Corona Turun

terinfeksi virus corona turun rev1

Jumlah korban meninggal di China karena wabah virus corona (Covid-19) mencapai 2.118 ketika 114 orang lagi dilaporkan meninggal. Namun pejabat kesehatan melaporkan jumlah kasus baru terendah dalam hampir sebulan, termasuk di provinsi yang paling terpukul, Hubei.

Lebih dari 74.000 orang telah terinfeksi di China dan ratusan lainnya di sekitar 25 negara, dengan Iran melaporkan dua kematian, kematian pertama di Timur Tengah. Di Jepang, satu laki-laki dan perempuan berusia 80-an yang merupakan penumpang kapal pesiar Diamond Princess meninggal, media setempat melaporkan, mengutip sumber pemerintah.

Dikutip dari AFP, Kamis (20/2), pejabat China pada pekan ini menyampaikan upaya pencegahan yang dilakukan, termasuk melakukan karantina terhadap puluhan juta orang di Hubei dan membatasi pergerakan di kota-kota lain secara nasional, telah mulai membuahkan hasil.

"Setelah upaya yang sulit, situasinya berubah menjadi lebih baik," kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi pada pertemuan dengan timpalannya dari Asia Tenggara di Laos Rabu malam, menurut kantor berita resmi Xinhua.

Hubei dan ibukotanya, Wuhan - tempat virus itu diyakini muncul pada Desember - masih "sangat terpengaruh" oleh epidemi itu, kata Wang.

"Tapi situasinya di bawah kendali efektif, sementara ada berita baik di daerah lain," kata dia.

Lebih dari 600 kasus infeksi baru dilaporkan di Wuhan - penghitungan harian terendah sejak akhir Januari, dan turun dari 1.749 kasus baru sehari sebelumnya.

Direktur Darurat Regional WHO, Richard Brennan menilai China membuat "kemajuan luar biasa dalam waktu singkat" tetapi memperingatkan bahwa wabah belum berakhir.

"Tren sangat menggembirakan tetapi belum berada pada titik balik," kata Brennan pada konferensi pers di Kairo. [idr]

Baca juga:
Gara-Gara Virus Corona, Optimisme Ekonomi Lebih Baik di 2020 Ambyar dalam Sebulan
Menteri Wishnutama: Antisipasi Dampak Virus Corona Jadi Bahasan Pemerintah Tiap Hari
Belajar Nilai-nilai Luhur dari Suku Samin di Bojonegoro

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini