Indikator ECO, patuh pangkal hemat
Merdeka.com - Agar mendapatkan efisiensi konsumsi bahan bakar dalam berkendara, sangat bergantung pada gaya pengemudi. Begitu pun dengan teknologi mobil itu sendiri juga memiliki peran penting, salah satunya ialah ECO Indicator.
Jika mematuhi penggunaan ECO Indicator tersebut, kendaraan dapat menghasilkan penghematan 10-20 persen. Saat ini ada tiga macam ECO Indicator yang diadopsi oleh pabrikan, yaitu model mematikan mesin, sistem tombol dan indikator yang berada di dasbor.
Sistem mematikan mesin akan aktif saat berada di lampu merah atau kemacetan. Ketika mobil berhenti dan pedal rem diinjak penuh, maka secara otomatis mesin akan mati. Untuk menghidupkannya kembali tinggal angkat kaki dari pedal rem, maka seketika itu mesin akan aktif kembali.
ECO indikator paling banyak dipakai yakni sistem tombol. Dengan menekan tombol ECO, maka akan ada perintah kepada ECU mesin dan juga body control module (BCM). ECU akan diperintahkan menjalankan sistem yang hemat bahan bakar, seperti pengaturan suplai bahan bakar, udara dan proses perpindahan transmisi. Aktifnya ECO ini perpindahan gigi akan berada di sekitar 1.500-3.000 rpm tergantung dari teknologi dan kapasitas mesin.
Sementara itu BCM sendiri akan mengontrol segala kelistrikan yang ada untuk menghemat konsumsi bahan bakar. Seperti dari AC dan juga lampu-lampu yang ada. Lampu akan maksimal jika putaran mesin tinggi. Padahal putaran mesin sering juga di bawah 2.000. Body control module ini akan mengumpulkan arus saat putaran mesin tinggi untuk digunakan saat putaran mesin rendah. Sehingga semua tetap maksimal.
Model lainnya indikator yang ada di dasbor. Ada berbagai model penerapannya. Pada kendaraan jenis Honda, akan menyala warna hijau pada sekeliling penunjuk kecepatan untuk menunjukkan berkendara sudah efisien.
Berbeda lagi dengan yang diterapkan oleh Suzuki khususnya pada Karimun Wagon R. Dinamakan gear shift indicator. Tanda panah (naik dan turun) akan menyala hijau untuk memberitahu pengendara harus melakukan perpindahan gigi. Biasanya berada di sekitar 2.000 rpm. Bagi yang tidak biasa, akan terasa kagok (bingung) karena tenaga mesin terasa kurang kencang untuk melaju, terutama saat di jalan menanjak.
Selain Suzuki, mobil Kia juga menerapkan hal ini. Sementara Datsun Go Panca dan Go+Panca menerapkan hal yang berbeda. Shift indicator ini berada tepat di bawah penunjuk kecepatan dengan angka-angka untuk perpindahan transmisi.
Bagi kendaraan yang sudah dilengkapi ECO indicator, sebaiknya dipatuhi penggunaannya karena sangat bermanfaat. (mdk/drs)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya