Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Imlek 2018, penjual pernak pernik Pasar Jatinegara tak raup untung besar

Imlek 2018, penjual pernak pernik Pasar Jatinegara tak raup untung besar Pedagang ornamen Imlek. ©2018 Merdeka.com/Yayu

Merdeka.com - Perayaan tahun baru China atau yang biasa disebut Imlek menjadi momen meraup Rupiah bagi pedagang ornamen Imlek musiman. Salah satunya adalah Aji (50).

Aji dan teman-temannya berjualan di sekitar kawasan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Banyak ornamen Imlek yang Aji jual, diantaranya adalah lampion berwarna merah, hiasan dinding, hingga aksesoris barongsai.

pedagang ornamen imlek

Pedagang ornamen Imlek ©2018 Merdeka.com/Yayu

Soal harga, Aji mengatakan tidak menjualnya dengan harga mahal. Harga pun disesuaikan dengan ukuran ornamen. "Lampion yang paling kecil Rp 75.000, itu sepasang ya," kata Aji kepada Merdeka.com, Jumat (16/2).

Untuk ukuran selanjutnya, biasanya berlaku kelipatan Rp 10.000. Ukuran terbesar harganya Rp 145.000. Pembeli masih bisa menawar untuk mendapatkan harga terbaik. "Masih bisa nego," ujarnya.

Selain si laris manis lampion, yang paling diburu adalah pernak-pernik lain bernuansa merah yang biasa digantung di dinding, pohon dan lain sebagainya.

Untuk pernak-pernik tersebut biasanya tidak dijual satuan dan harganya lebih murah dari lampion.

Terakhir, yang paling sering diburu pembeli adalah pernak-pernik barongsai. Seperti lampion, barongsai dijual dengan harga berbeda sesuai ukuran. "Yang paling kecil Rp 65.000," ujarnya.

Aji mengaku tidak terlalu banyak mendapat penghasilan dari penjualan ornamen Imlek. Namun, kadang-kadang ada pembeli yang memborong dalam jumlah banyak.

Kendati demikian, Aji mengaku tidak sampai mengantongi uang jutan Rupiah per harinya. "Yang belinya tak banyak. Paling di bawah Rp 1 juta lah."

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP