Ikuti Suku Bunga Acuan BI, Bunga KPR Diramal LPS Turun Paling Awal

Rabu, 31 Juli 2019 15:02 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Ikuti Suku Bunga Acuan BI, Bunga KPR Diramal LPS Turun Paling Awal Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah. ©2019 Merdeka.com/Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) akhirnya menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) setelah 8 bulan menahannya. Penurunan suku bunga acuan tersebut rupanya juga diikuti oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menurunkan bunga penjaminan 25 bps untuk simpanan Rupiah.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah, menyebutkan dengan turunnya suku bunga acuan tersebut maka dipastikan akan diikuti oleh penurunan bunga deposito perbankan serta bunga kreditnya.

Lalu kredit mana saja yang akan segera turun bunganya?

Halim menjelaskan saat ini untuk bunga kredit sudah cukup kompetitif, terutama kredit konsumer dan sejumlah bank pasti akan mempertahankannya.

"Konsumer biasanya bank akan bertahan, karena bunga mereka sudah kompetitif. Tapi sektor lain seperti tekstil dan properti bisa turun lebih cepat," kata Halim di Kantornya, Jakarta, Rabu (31/7).

Sementara itu, untuk kredit segmen properti yang cepat menyesuaikan dengan bunga acuan adalah kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA). Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang mendorong program satu juta rumah.

"Untuk KPR dan KPA bisa lebih cepat. Karena itu juga lebih menarik dan secure karena ada agunannya. Kalau sektor yang terekspos risiko global agak sulit turun seperti pertambangan atau perkebunan masih sulit," ujarnya.

Halim mengatakan biasanya dampak dari penurunan bunga acuan ke bunga kredit di perbankan memakan waktu 3 bulan hingga 2 tahun. "Transmisinya memang agak panjang ya, tapi kalau dilihat bunga LPS turun maka akan cepat diikuti oleh perbankan. Karena sebagian besar DPK memang umumnya disimpan tiga bulan," tutupnya. [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini