IHSG Diprediksi Lebih Bergairah di Akhir 2021

Senin, 6 September 2021 12:17 Reporter : Anggun P. Situmorang, Dwi Aditya Putra
IHSG Diprediksi Lebih Bergairah di Akhir 2021 Bursa Efek Indonesia. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pasar modal Tanah Air diproyeksikan lebih bergairah di sisa akhir tahun ini. Index Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai sejumlah analis kemungkinan besar meningkat pada kuartal keempat 2021.

CEO Sucor Sekuritas Bernardus Setya menjelaskan proyeksi kinerja pasar modal dalam negeri lebih baik pada kuartal terakhir 2021, karena tren ekonomi global yang menunjukkan sebagian besar negara keluar dari zona resesi akibat pandemi Covid-19, tak terkecuali Indonesia.

"Secara konsensus GDP Indonesia mencapai 4 persen tahun ini. Proyeksi yang cukup signifikan setelah minus 2 persen pada 2020," ujar Bernardus dalam pernyataan resmi D’Origin dan IGICO Advisory, MJakarta, Senin (6/9).

Selain itu, optimisme muncul karena dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia cukup kuat pada 2021 dibandingkan dengan tahun lalu. Dari data pihaknya, sejak Februari hingga Desember 2020 bursa efek dalam negeri didominasi dengan penjualan bersih saham oleh investor asing.

"Puncaknya pada September 2020 penjualan saham oleh investor asing di bursa efek Tanah Air mencapai lebih dari Rp15 triliun. Adapun pembelian saham yang dilakukan investor asing pada 2020 hanya terlihat pada bulan Mei yang nilainya masih di bawah Rp10 triliun," jelasnya.

Berbeda dengan 2021 pembelian saham oleh investor asing sangat dominan dengan nilai terbesar terjadi pada Januari mencapai lebih dari Rp10 triliun. Hal itu pun berlanjut dalam kurun waktu empat bulan terakhir yang mendorong geliat IHSG.

“Kita optimistis mengalami recovery setelah kita mengalami kontraksi yang dalam akibat Covid-19 yang terjadi sejak 2020. Kami melihat IHSG di kisaran 6.600 hingga 6.800 di akhir tahun,” jelasnya.

Bernardus memaparkan hal lain yang akan ikut pula memicu IHSG lebih bergeliat yaitu menguatnya sektor komoditas, terlebih Indonesia sebagai salah satu pemasok terbesar di dunia. Dia mengatakan harga batu bara naik 86,02 persen sampai akhir Juli.

Pada September harganya mencapai USD175 per ton dan menjadi tertinggi sejak 2018. Pun demikian dengan harga timah yang naik 74,16 persen dan nikel 18,02 persen. Di dalam negeri, optimisme pasar pun terdorong dengan keberhasilan pemerintah menekan laju Covid-19 Varian Delta dan memasifkan program vaksinasi. [azz]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. IHSG
  3. Bursa Saham
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini