Hong Kong jadi salah satu investor dan pengekspor terbesar ke Indonesia
Merdeka.com - Delegasi investasi Hong Kong dan China mengunjungi Jakarta untuk mendiskusikan kerjasama dan kesempatan ekonomi di Indonesia. Kunjungan yang berada di bawah program 'Belt and Road Initiative' itu diselenggarakan di Shangri-La Hotel, Jakarta.
Diprakarsai oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) bekerjasama dengan Shanghai Federation of Industry and Commerce, delegasi tersebut terdiri dari 40 investor dari Hong Kong dan China dengan minat dan keahlian di berbagai bidang. Seperti keuangan, arsitektur, energi, transportasi, dan lain-lain.
Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengungkapkan, penandatangan MoU antara HKTDC dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan memberikan dorongan kerjasama investasi bisnis antara Indonesia dan China, melalui fasilitator Hong Kong.
"Meskipun terdapat kesulitan dan tantangan dalam perekonomian global, China terus berjalan dengan prakarsa Belt and Road dalam 4 tahun terakhir. Kadin percaya, itu akan memberikan keuntungan bersama," tutur dia di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (25/4).
Hong Kong dan Indonesia memiliki hubungan bilateral yang erat dan kuat dengan nilai bisnis dan perdagangan yang tinggi. Berdasarkan data HKTDC, Indonesia adalah pasar ekspor terbesar ke-22 bagi Hong Kong, dengan total nilai ekspor mencapai USD 2,9 miIiar, naik 7,2 persen year-on-year (YoY).
Komoditas ekspor utamanya antara lain peralatan dan suku cadang telekomunikasi (35,7 persen), kain berbahan rajutan (5,9 persen) dan komputer (4,5 persen). Pada periode yang sama, impor Hong Kong dari Indonesia tumbuh 8,8 persen menjadi USD 2,5 miIiar.
Rosan menyebutkan, terkait hubungan bilateral Indonesia-Hong Kong pada 2016, wilayah otonomi khusus China itu juga merupakan investor terbesar keempat di Tanah Air, yakni senilai USD 2,2 miliar. Ke depannya, dia mengatakan, mereka bisa membantu negara membiayai proyek infrastruktur yang kini sedang gencar dikerjakan.
"Ada potensi besar bagi Hong Kong dalam pembangunan infrastruktur, di mana pemerintah tengah melakukan upaya percepatan infrastruktur fisik. Pariwisata dan kelautan juga merupakan prioritas lainnya dalam pengembangan infrastruktur. Ini langkah penting untuk mencapai tujuan kita bersama," terangnya.
Sementara itu, Chairman HKTDC Vincent HS Lo menyatakan, Belt and Road Initiative membawa kesempatan dan keuntungan yang nyata bagi Indonesia dan kawasan ASEAN.
"Indonesia, sebagai negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, berperan sangat penting dalam mewujudkan Belt and Road Initiative ini. Kita berharap, dapat berkolaborasi dengan Indonesia untuk mengubah kesempatan investasi ke dalam kerjasama bisnis yang menguntungkan," papar dia.
Perwakilan delegasi dari China lain yakni Chairman Sunwah Group Jonathan Choi menjelaskan, dia terkesan dengan prospek dari proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Dia juga menilai, adanya permintaan yang tinggi untuk solusi total bagi pengembangan infrastruktur selain untuk kebutuhan modal.
Pada kesempatan itu, turut hadir juga para tokoh ternama di sektor bisnis dan investasi dalam negeri, termasuk Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, Kepala BKPM Thomas Lembong, Pendiri dan Pemimpin CT Corp Chairul Tanjung, sampai Wakil Ketua Umum Kadin Shinta Widjaja Kamdani.
Reporter: Maulandy Rizki Bayu Kencana
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya