Holding BUMN Infrastruktur dan Perumahan Ditargetkan Terbentuk Desember 2018

Kamis, 15 November 2018 19:07 Reporter : Merdeka
Holding BUMN Infrastruktur dan Perumahan Ditargetkan Terbentuk Desember 2018 gedung BUMN. wordpress.com

Merdeka.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan, pembentukan Holding BUMN Infrastruktur serta Perumahan dan Pengembangan Kawasan bisa selesai di pertengahan Desember 2018. Nantinya, pembentukan ini akan disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Holding BUMN kedua sektor ini yang diperkirakan bakal terjadi antara April-Mei 2019.

"Holding kapan terjadi? Pertengahan Desember mudah-mudahan terjadi. Untuk infrastruktur, sekarang sedang harmonisasi, sementara perumahan sedang dilakukan pembahasan antar kelembagaan," jelas Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro, saat sesi konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (15/11).

Sementara itu, hal senada diutarakan Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra Samal, yang menyatakan adanya perubahan nama perseroan pada dilakukannya RUPS.

"RUPS di tahun 2019 hanya RUPS untuk merubah nama. Makanya kata-kata persero akan dihilangkan. Nanti akan ada penandatanganan akta inbreng," ucap dia.

Adapun holding BUMN Infrastruktur akan terdiri dari enam perusahaan, dengan PT Hutama Karya (Persero) bertindak sebagai holding, dan didukung anggota holding yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero).

Pembentukan holding tersebut berlatarbelakang untuk menciptakan BUMN yang besar, kuat dan lincah dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur strategis nasional. Sekaligus dapat meningkatkan kompetensi, skala perusahaan, kapasitas pendanaan dan mendorong inovasi untuk mewujudkan perannya sebagai integrator pembangunan infrastruktur secara end to end.

"Melalui penguatan permodalan dan peningkatan kapasitas pendanaan, serta didukung oleh pengembangan keahlian BUMN, pembentukan holding diharapkan mempercepat pengembangan infrastruktur yang dapat berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi misalnya infrastruktur konektivitas yang dapat menciptakan koridor-koridor ekonomi baru dan dapat menurunkan logistic cost di Indonesia," kata Aloy.

Sedangkan untuk Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan, ia menyampaikan, akan berisikan tujuh perusahaan dengan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) sebagai lead holding. Adapun anggota holding terdiri dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Virama Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan PT Bina Karya (Persero).

Holding ini akan berperan dalam memastikan kebutuhan perumahan nasional di seluruh cakupan geografis serta menyediakan perumahan dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat berpendapatan rendah (MBR).

Selain itu, Holding Perumahan dan Pengembangan Kawasan tersebut akan memiliki peranan penting dalam membangun lebih banyak perumahan untuk mengatasi defisit rumah bagi masyarakat. Termasuk juga menyediakan jasa dan produk berkualitas tinggi melalui sinergi antar anggota Holding.

"Dengan menjamin pengadaan rumah bagi MBR secara berkelanjutan serta mengutilisasi kompentensi menyeluruh yang ada di seluruh anggota holding, maka holding bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia," ujar Aloy.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini