Genjot Ekspor, Menteri Airlangga Minta Industri Otomotif Garap Pasar Sedan
Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas hingga akhir tahun dapat mencapai USD 130,74 miliar. Jumlah ini naik sebesar 4,51 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 125,10 miliar.
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan saat ini ekspor produk industri pengolahan nonmigas telah memberikan kontribusi sebesar 72,28 persen dari total ekspor 2018. Hal ini menandakan produk lokal dalam negeri mampu berdaya saing di pasar global.
"Industri pengolahan kontribusinya kepada ekspor itu 72,28 persen. Dan ekspor kita (diperkirakan) sebesar USD 130,74 miliar," kata Menteri Airlangga dalam jumpa pers di Kantornya, Jakarta, Rabu (19/12).
Menteri Airlangga mengatakan, untuk menggenjot nilai ekspor, maka yang dibutuhkan salah satunya adalah mendorong industri otomotif. Terutama jenis mobil sedan. "Di dunia itu 80 persen perdagangan mobil adalah sedan. Sedangkan yang dikembangkan di Indonesia adalah SUV dan MPV. Kalau kita mau menaikkan kue maka kita harus masuk di kue yang besar," katanya.
Dia menambahkan, sebetulnya upaya tersebut cukup sederhana. Tinggal bagaimana pabrikan yang memiliki kapasitas produksi lebih dipacu kembali. Sehingga pangsa pasar ekspor roda empat ke depan memiliki cakupan yang luas. Dengan demikian, maka nilai ekspor industri akan jauh lebih besar.
"Kita bicara industri otomotif punya kapasitas lebih. Artinya apa kalau punya kapasitas lebih ya kita tinggal pacu saja untuk penuhi ekspor. Apa yang sedang mau kita lakukan adalah bagaimana sisa kapasitas ini kita pakai untuk produksi sedan," jelasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya