Gempa Palu-Donggala rusak sekitar 1.750 BTS telekomunikasi

Jumat, 5 Oktober 2018 16:17 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Gempa Palu-Donggala rusak sekitar 1.750 BTS telekomunikasi BTS. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengungkapkan hampir separuh dari Base Transceiver Station (BTS) yang ada di Sulawesi Tengah mengalami kerusakan terdampak gempa dan tsunami Palu. Hal tersebut membuat jaringan komunikasi sempat lumpuh di daerah tersebut usai terjadi gempa dan tsunami.

"Setengahnya, di Sulteng dari 3.500an bts itu setengahnya tidak berfungsi," kata Menteri Rudiantara saat ditemui di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Jumat (5/10).

Dia mengungkapkan kerusakan infrastruktur telekomunikasi terparah ada di Palu, Sigi dan Donggala. "Donggala dan Sigi itu hanya beroperasi 25 persen. Memang parah 3 lokasi itu (sama Palu). Kalau Sulteng secara keseluruhan dia beroperasi setengahnya, 50 persenan," ujarnya.

Dia berharap instalasi listrik bisa segera selesai sebab perbaikan infrastruktur telekomunikasi tersebut membutuhkan tenaga listrik dalam prosesnya. "Jadi mudah-mudahan listrik masuk, genset sudah mulai masuk yang towernya tida bermasalah tidak miring atau tidak roboh dan itu dalam 2 atau 4 jam bisa diaktifkan," jelasnya.

Sementara itu, dia juga mengungkapkan mulai hari ini listrik sudah mulai kembali berfungsi di Palu. "Palu mudah-mudahan hari ini tanggal 5 listrik masuk jadi kalau Palu sekarang hampir 20 persen (perbaikan bts), tadinya 15 persen, karena dibantu dengan genset juga. Tapi kalau listrik hari ini masuk, mungkin lebih besar lagi besok (perbaikannya)."

Dia mengaku tidak bisa menargetkan kapan infrastruktur telekomunikasi di Sulteng bisa beroperasi penuh 100 persen sebab perbaikannya dilakukan secara bertahap dan bergantung dengan kondisi listrik. "Begitu listrik sudah masuk, pada umumnya yang towernya tidak roboh tidak rusak dalam 2 atau 4 jam bisa diaktifkan bts-nya. Dan pak Jonan (Menteri ESDM) beserta temen-temen PLN ini sedang mengupayakan secepatnya listrik masuk," tutupnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini