Garuda Indonesia: Surat Direktur Ditujukan Kepada Lessor Sriwijaya Air

Kamis, 7 November 2019 17:56 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Garuda Indonesia: Surat Direktur Ditujukan Kepada Lessor Sriwijaya Air Garuda Indonesia. ©2016 Merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - Garuda Indonesia memberikan penjelasan bahwa surat penjelasan Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto ditujukan pada lessor Sriwijaya Air. Sebelumnya, beredar kabar bahwa hubungan Kerjasama Manajemen (KSM) mereka berakhir dan menjalani bisnis masing-masing.

"Kami sampaikan bahwa penjelasan tersebut ditujukan kepada Lessor (perusahaan penyewaan pesawat), atas pertanyaan mereka tentang posisi Garuda Indonesia atas Sriwijaya," kata VP Corporate Secretary Garuda, M.Ikhsan Rosan, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (7/11).

Dia menjelaskan, dalam pernyataan tersebut disampaikan bahwa hubungan keduanya saat ini adalah sebatas pada hubungan business to business dan tanggung jawab Sriwijaya kepada lessor menjadi tanggung jawab Sriwijaya sendiri.

"Kami saat ini sedang berdiskusi dan bernegosiasi dengan pemegang saham Sriwijaya Air perihal penyelesaian kewajiban dan utang-utang Sriwijaya kepada institusi negara seperti: BNI, Pertamina, GMF, Gapura Angkasa dan lainnya," ujarnya.

1 dari 2 halaman

Garuda Indonesia Masuk untuk Memastikan Penyelesaian Utang Sriwijaya ke BUMN

masuk untuk memastikan penyelesaian utang sriwijaya ke bumn rev1

Ikhsan menjelaskan awal masuknya Garuda Indonesia Group dalam kerjasama manajemen dengan Sriwijaya adalah dalam rangka mengamankan aset dan piutang negara di Sriwijaya Group.

"Garuda Indonesia berharap Sriwijaya beriktikad baik atas penyelesaian kewajiban-kewajiban mereka kepada institusi negara seperti disebutkan di atas," tutupnya.

Sebagai informasi, direksi transisi Sriwijaya yang disepakati bersama telah habis masa tugasnya pada 31 Oktober lalu.

2 dari 2 halaman

Saham Garuda Indonesia Anjlok

indonesia anjlok rev1

Saham Garuda Indonesia dengan kode saham GIAA hari ini terjun ke zona merah. Tercatat, saham GIAA anjlok hingga ke level terendah di Rp565 per unit.

Padahal, saham maskapai pelat merah ini sempat naik ke Rp600 per unit. Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), volume saham yang ditransaksikan mencapai 6,25 juta unit senilai Rp3,62 miliar.

[bim]

Baca juga:
Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Diminta Segera Keluarkan Pernyataan Resmi
Pecah Kongsi dengan Sriwijaya Air, Saham Garuda Indonesia Anjlok
Sriwijaya Air Rute Padang-Jakarta Batal Tebang, Penumpang Sempat Ricuh
Sriwijaya Air & Citilink Pecah Kongsi, Penumpang Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta
Sriwijaya Air & Citilink Kembali Pecah Kongsi, INACA Minta Tak Sampai Rugikan Rakyat
Menhub Panggil Sriwijaya Air dan Citilink yang Kembali Pecah Kongsi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini