Garuda Indonesia Mengaku Rugi di Rute-rute Internasional

Jumat, 27 Desember 2019 16:27 Reporter : Kirom
Garuda Indonesia Mengaku Rugi di Rute-rute Internasional Garuda Indonesia. ©2016 Merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia mengalami kerugian pada operasional penerbangan internasional. Maka dari itu, sebagai solusi, Garuda Indonesia berencana melakukan kerjasama dengan maskapai asing.

"Selama ini, untuk penerbangan internasional kita cukup rugi, karena kurangnya kerjasama dengan maskapai lain," ungkap Plt Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Fuad Rizal, di Auditorium Garuda Management Building, Bandara Soekarno-Hatta Jumat (27/12).

"Sekarang ini, kami tengah memikirkan strategi network international itu. Agar penerbangan dengan tujuan yang tidak terdapat di dalam rute kami, bisa tetap terlayani melalui skema kerjasama dengan maskapai internasional," ucap Fuad.

Dia mencontohkan, untuk rute penerbangan Jakarta-Los Angeles, tidak bisa terlayani Garuda Indonesia karena tak memiliki penerbangan langsung. Namun, sesungguhnya rute ini tetap bisa dilayani, jika telah bekerjasama dengan maskapai asing.

"Misalnya penumpang yang ingin memesan tiket Jakarta - LA (Los Angeles) ke customer service, maka dibilangnya tidak tersedia. Padahal, sebenarnya bisa tetap terbang dengan Garuda rute Jakarta-Jepang, lalu dilanjutkan dengan Delta Airlines rute Jepang - USA," kata dia.

Maka dengan skema kerjasama seperti itu, dipastikan operasional Garuda Indonesia tetap bisa berjalan dan meraih keuntungan dari kerjasama asing tersebut. "Dengan hal ini kita juga dapat untung, karena kan (maskapai) bayar juga. Dan ini akan kita lakukan di tahun depan," tandas Fuad.

1 dari 1 halaman

Ari Askhara Lengser, Garuda Indonesia Kembali Beri Kru Rute Internasional Penginapan

Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) segera melakukan restrukturisasi program kerja pasca pencopotan Ari Askhara sebagai Direktur Utama (Dirut) perseroan. Salah satu perombakan yang dilakukan yakni dengan kembali memberikan fasilitas penginapan awak kabin rute penerbangan jarak jauh internasional, seperti ke Australia.

"Yang PP (pulang pergi) sudah kita kembalikan. Seperti ke Sydney, Melbourne. Tidak ada yang PP lagi, kru kita sudah tinggal (diberi tempat menginap)," ujar Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (12/12).

Namun, Pikri menambahkan, pemberian fasilitas penginapan Garuda Indonesia tersebut tak bisa diterapkan sekaligus dan harus bertahap. "Tapi bertahap ya. Lima hari selesai itu," sambung Pikri.

[bim]

Baca juga:
Selundupkan Harley, Eks Dirut Garuda Indonesia Terancam Dipenjara
Surat Terbuka Iis Dahlia, Buntut Masalah dengan Sopir Ojek Online
Buntut Bandingkan Pilot Sama Ojol, Rumah Mewah Iis Dahlia Digeruduk Sopir Ojek Online
Erick Thohir WA Hotman Paris, Minta Nama Pramugari Garuda yang Dizalimi Atasan
Penyelundupan Garuda Indonesia Sampai Kasus Jiwasraya Bikin Heboh Sepanjang 2019
Kasus-kasus Kehilangan Barang Mewah di Bagasi Pesawat, Nilainya Hingga Ratusan Juta
AS Dakwa Mantan Dirut Garuda Atas Dugaan Ekspor Ilegal Suku Cadang Pesawat ke Iran

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini