Frekuensi Belanja Masyarakat Meningkat Tajam di Ramadan 2022

Senin, 9 Mei 2022 17:05 Reporter : Anisyah Al Faqir
Frekuensi Belanja Masyarakat Meningkat Tajam di Ramadan 2022 Menko Airlangga. istimewa ©2022

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan frekuensi belanja masyarakat di bulan Ramadan kali ini meningkat pesat. Di momentum tahunan ini, indeks belanja masyarakat meningkat dari level 159,9 pada Ramadan 2021, menjadi 179,4 di Ramadan 2022.

"Secara keseluruhan jumlah frekuensi belanja Ramadan tahun ini indeksnya 179,4 dari sebelumnya 159,9," kata Airlangga di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Senin (9/5).

Artinya, jika dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu ada peningkatan hingga 31 persen. Tentunya hal ini didorong peningkatan mobilitas masyarakat, perdagangan ritel hingga belanja (spending) masyarakat.

"Ini meningkatnya 31 persen dibandingkan Ramadan yang lalu," kata Airlangga.

Lebih rinci dia menjelaskan, indeks belanja masyarakat di setiap pulau mengalami peningkatan. Peningkatan tertinggi di Kalimantan yakni ke level 199,6. Disusul Sumatera di level 178 dan Jawa di level 137. Sementara untuk wilayah Maluku dan Papua di level 145,5 dan Bali-Nusa Tenggara di level 72,9.

2 dari 2 halaman

Tingkat Inflasi April 2022

Sementara itu dari sisi inflasi April 2022, terjadi peningkatan inflasi 0,95 persen. Dia menjelaskan peningkatan inflasi ini terdiri dari inflasi volatility food 5,48 persen, inflasi administered price 4,83 persen dan inflasi inti 2,6 persen. Sehingga tingkat inflasi pada tahun kalender sebesar 2,15 persen secara kuartalan dan 3,47 persen secara tahunan.

"Sehingga inflasi rata-rata April 2022 3,47 persen dna ini masih dalam range APBN, yakni 3 persen plus minus 1 persen," kata dia.

Dari sisi lapangan usaha hampir seluruh sektor suplai side rata-rata positif. Sektor pergudangan dan transportasi, industri, jasa pertanian, konstruksi. Begitu juga dari segi permintaan, investasi dan kegiatan ekspor-impor juga positif. "Sehingga tentu ini akan memberikan hal yang baik," kata dia.

Bahkan dari sisi pasar tenaga kerja, pada bulan Februari telah terserah 4,45 juta orang. Ada juga penambahan angkatan kerja sebanyak 4,2 juta orang. "Yang masuk ini semua bisa diserap," kata dia.

Adapun persentase angkatan kerja nasional yakni pekerja waktu penuh sebanyak 88,42 juta orang. Angka ini naik 4,2 juta orang dari Februari 2021. Menurutnya, kenaikan tersebut cermin dari jumlah lapangan kerja yang tercipta juga meningkat.

Selain itu, pekerja paruh waktu juga naik menjadi 36,54 juta orang, mengalami peningkatan sebanyak 1 juta orang. Sedangkan pekerja setengah menganggur menurun menjadi 10,5 juta atau turun 770 ribu orang. [idr]

Baca juga:
Pemerintah Diminta Lakukan Ini Agar Daya Beli Tetap Stabil Pasca Lebaran
Harga-Harga Tengah Mahal, Realisasi Anggaran PEN Perlindungan Sosial Melonjak
Ini yang Terjadi pada Rakyat Saat Harga Pertalite, Solar dan Tarif Listrik Naik
Survei: 51 Persen Masyarakat Asia Tenggara Lebih Sering Belanja Online
Kemenkeu: BLT Minyak Goreng untuk Jaga Daya Beli Masyarakat Miskin
Hati-Hati Dampak Rencana Kenaikan Harga Pertalite

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini