Fakta Unik: Volume Barang Meroket 208 Persen, KAI Tambah Kereta Bagasi KA Pandalungan Rute Jember-Jakarta

PT KAI Daop 9 Jember menambah kereta bagasi pada KA Pandalungan relasi Jember-Jakarta (PP) menyusul lonjakan volume barang hingga 208 persen, menawarkan alternatif pengiriman yang efisien dan berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Volume Barang Meroket 208 Persen, KAI Tambah Kereta Bagasi KA Pandalungan Rute Jember-Jakarta
PT KAI Daop 9 Jember menambah kereta bagasi pada KA Pandalungan relasi Jember-Jakarta (PP) menyusul lonjakan volume barang hingga 208 persen, menawarkan alternatif pengiriman yang efisien dan berkelanjutan. (AntaraNews)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember telah mengambil langkah strategis dengan menambah satu kereta bagasi pada rangkaian KA Pandalungan. Penambahan ini berlaku untuk relasi Jember-Jakarta pulang pergi (PP), sebagai respons langsung terhadap lonjakan volume barang yang diangkut.

Keputusan penting ini diambil setelah adanya peningkatan signifikan dalam permintaan layanan pengiriman barang melalui moda transportasi kereta api. Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha yang terus meningkat.

Langkah ini bukan sekadar penambahan gerbong, melainkan wujud nyata kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan angkutan barang KAI. Penambahan kereta bagasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan logistik di wilayah Tapal Kuda dan sekitarnya.

Lonjakan Permintaan dan Respons Strategis KAI

Penambahan kereta bagasi pada KA Pandalungan merupakan respons KAI terhadap data yang menunjukkan pertumbuhan luar biasa dalam angkutan barang. Sepanjang periode Januari hingga September 2025, realisasi angkutan barang di Daop 9 Jember telah mencapai 26.466 ton.

Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 8.990 ton, atau mencatatkan ketercapaian yang meroket hingga 208 persen. Cahyo Widiantoro menegaskan, "Itu bukan sekadar penambahan gerbong, melainkan jawaban kami atas kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha yang semakin besar terhadap layanan angkutan barang KAI."

Pihak KAI melihat adanya denyut ekonomi yang kuat di wilayah Tapal Kuda. Oleh karena itu, KAI ingin menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut dengan menyediakan fasilitas yang memadai. Kepercayaan publik yang tinggi terhadap layanan KAI menjadi dorongan utama untuk terus berinovasi.

Pilihan Baru Angkutan Barang yang Efisien

Hadirnya kereta bagasi di KA Pandalungan kini memberikan alternatif baru yang melengkapi layanan yang sudah ada sebelumnya. Sebelumnya, layanan angkutan barang telah tersedia pada KA Blambangan, dengan relasi Ketapang-Pasar Senen PP.

Dengan adanya penambahan ini, masyarakat dan pelaku usaha dari Jember maupun Banyuwangi yang ingin mengirimkan barang ke Jakarta memiliki dua pilihan utama. Cahyo Widiantoro menjelaskan, "Itu berarti fleksibilitas yang lebih tinggi, tarif yang bersaing, waktu tempuh yang lebih cepat dan andal, serta jangkauan yang semakin luas."

Peningkatan pilihan ini diharapkan dapat mempermudah proses pengiriman barang. Selain itu, penambahan fasilitas angkutan barang ini sejalan dengan komitmen KAI dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan (sustainable transportation).

Komitmen KAI terhadap Keberlanjutan dan Sinergi

KAI terus berkomitmen untuk mendukung transportasi berkelanjutan, salah satunya melalui penambahan fasilitas angkutan barang ini. Kereta api sebagai moda transportasi massal, terbukti memiliki emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan moda transportasi darat lainnya.

Cahyo Widiantoro menyatakan, "Kereta api sebagai moda transportasi massal, terbukti memiliki emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan moda transportasi darat lainnya." Hal ini menjadikan kereta api pilihan yang lebih ramah lingkungan untuk distribusi barang.

KAI Daop 9 Jember juga secara proaktif membuka pintu kerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari pelaku usaha logistik, sektor industri, hingga pemerintah daerah, untuk bersama-sama memperkuat jaringan distribusi berbasis kereta api. Sinergi ini diharapkan memiliki dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi