Fakta Unik Tambang Primer: PT Timah Siapkan Strategi Baru Hadapi Menipisnya Cadangan Timah Aluvial

PT Timah berinovasi! Hadapi menipisnya cadangan timah aluvial, PT Timah kini andalkan tambang primer di daratan. Bagaimana strategi baru ini akan menjamin pasokan timah masa depan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik Tambang Primer: PT Timah Siapkan Strategi Baru Hadapi Menipisnya Cadangan Timah Aluvial
PT Timah berinovasi! Hadapi menipisnya cadangan timah aluvial, PT Timah kini andalkan tambang primer di daratan. Bagaimana strategi baru ini akan menjamin pasokan timah masa depan? (Merdeka.com)

PT Timah (Persero) Tbk, salah satu perusahaan pertambangan timah terbesar di Indonesia, kini tengah memfokuskan strateginya pada pengembangan tambang timah primer. Langkah ini diambil sebagai respons antisipatif terhadap potensi menipisnya cadangan timah aluvial yang selama ini menjadi tulang punggung produksi. Pergeseran fokus ini menandai transformasi penting dalam operasional perusahaan.

Direktur Pengembangan Usaha PT Timah, Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara, menjelaskan bahwa cadangan timah aluvial, yang umumnya ditambang dari dasar laut, diperkirakan akan mulai berkurang signifikan pada tahun 2029. Oleh karena itu, eksplorasi dan eksploitasi sumber daya timah primer di daratan menjadi prioritas utama. Inisiatif ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pasokan timah nasional.

Transformasi ini bukan sekadar perubahan lokasi penambangan, melainkan juga adaptasi terhadap kondisi geologi yang berbeda. Timah primer ditemukan dalam bentuk batuan di daratan, membutuhkan pendekatan teknologi dan metode penambangan yang berbeda dibandingkan timah aluvial. PT Timah berkomitmen untuk mencari solusi paling efisien demi keberlanjutan bisnis.

Cadangan timah aluvial, yang merupakan endapan timah di sungai atau laut, telah menjadi sumber utama penambangan timah di Indonesia selama bertahun-tahun. Namun, seiring berjalannya waktu dan intensitas penambangan, ketersediaan cadangan ini menunjukkan tren penurunan. Proyeksi menunjukkan bahwa pada tahun 2029, cadangan aluvial akan mencapai titik kritis.

Berbeda dengan aluvial, timah primer adalah timah yang masih berada di dalam batuan asalnya di daratan. Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara mengungkapkan bahwa cadangan timah primer memiliki potensi yang sangat besar, mencapai ratusan ribu ton, namun belum digarap secara optimal. Potensi besar ini menjadi alasan kuat bagi PT Timah untuk menjadikan tambang primer sebagai andalan baru.

Pengembangan tambang timah primer ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pasokan timah di masa depan. Dengan cadangan aluvial yang semakin menipis, diversifikasi ke sumber primer menjadi keharusan. PT Timah berupaya keras untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan teknologi penambangan yang paling efisien.

PT Timah saat ini sedang berfokus pada eksplorasi teknologi yang paling efisien untuk penambangan timah primer. Penambangan timah dari batuan memerlukan pendekatan yang berbeda, termasuk kemungkinan penggunaan teknik peledakan atau blasting. Pemilihan teknologi yang tepat sangat krusial untuk meningkatkan pendapatan dan profitabilitas perusahaan.

Beberapa lokasi tambang timah primer telah diidentifikasi oleh PT Timah. Dari setidaknya empat lokasi yang dimiliki, dua di antaranya menjadi fokus utama pengembangan. Lokasi tersebut adalah Paku di Kabupaten Bangka Selatan dan Batu Besi di Kabupaten Belitung. Kedua lokasi ini memiliki potensi signifikan untuk mendukung produksi timah primer.

Meskipun demikian, PT Timah akan melakukan studi kelayakan ulang atau re-feasibility study (FS) untuk lokasi-lokasi tersebut. Studi ini akan menyesuaikan kondisi geologi terbaru dan mempertimbangkan kemajuan teknologi penambangan. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap langkah yang diambil didasarkan pada data dan analisis yang komprehensif. Proses ini penting untuk mengoptimalkan potensi tambang primer.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi