Fakta Unik: Festival Iraw Tengkayu XIV Tarakan Jadi Event Nasional KEN 2025, Apa Itu Padaw Tuju Dulung?
Festival Iraw Tengkayu XIV Tarakan resmi masuk 110 event nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2025. Pengakuan ini dorong promosi budaya lokal lebih luas.
Kota Tarakan, Kalimantan Utara, baru-baru ini menerima kabar gembira dengan masuknya Festival Iraw Tengkayu XIV ke dalam daftar 110 event nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2025. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Asisten Deputi Event Daerah Kemenparekraf, Reza Fahlevi, kepada Wali Kota Tarakan, Khairul, pada 13 Oktober. Pengakuan ini menjadi momen penting bagi promosi budaya lokal Tarakan di kancah yang lebih luas.
Penyerahan piagam penghargaan tersebut berlangsung sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan festival budaya yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Tarakan. Festival Iraw Tengkayu XIV sendiri telah mencapai puncaknya pada Minggu, 12 Oktober, di Kawasan Wisata Ratu Intan Pantai Amal, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur. Ribuan masyarakat turut memeriahkan acara tersebut dengan antusiasme tinggi.
Wali Kota Tarakan, Khairul, menyampaikan bahwa pengakuan ini membuka peluang besar untuk memperkenalkan Festival Iraw Tengkayu secara lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan festival tahunan ini. Semangat kebersamaan menjadi kunci utama keberhasilan acara budaya tersebut.
Pengakuan Nasional dan Harapan Wali Kota
Masuknya Festival Iraw Tengkayu XIV ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 menandai pengakuan pemerintah pusat terhadap potensi budaya dan pariwisata Tarakan. Program KEN 2025 sendiri merupakan inisiatif unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI yang menyeleksi 110 acara budaya dan pariwisata terbaik dari seluruh Indonesia. Ini adalah langkah strategis untuk mengangkat nilai-nilai lokal.
Wali Kota Khairul menegaskan bahwa pengakuan ini bukan hanya sekadar penghargaan, melainkan juga tanggung jawab untuk terus melestarikan dan mengembangkan Festival Iraw Tengkayu. "Kehadiran kita hari ini dari berbagai penjuru dan identitas adalah cerminan indah dari Tarakan yang berwarna namun tetap satu," ujarnya saat puncak acara. Pernyataan ini menunjukkan komitmen terhadap persatuan.
Beliau berharap momentum ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menarik lebih banyak wisatawan dan investor ke Tarakan. Promosi yang lebih gencar diharapkan dapat meningkatkan kunjungan dan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Dukungan dari berbagai pihak menjadi esensial untuk mencapai tujuan tersebut.
Kemeriahan Puncak Festival dan Prosesi Adat Sakral
Festival Iraw Tengkayu XIV yang digelar setiap dua tahun sekali ini berlangsung sangat meriah, menarik antusiasme tinggi dari masyarakat dan tamu undangan. Beragam pertunjukan seni dan tradisi khas suku Tidung ditampilkan, memukau setiap pengunjung yang hadir. Kemeriahan ini menjadi bukti kekayaan budaya Tarakan.
Salah satu puncak perayaan yang paling dinanti adalah prosesi penurunan Padaw Tuju Dulung, perahu adat yang menjadi simbol penting dalam festival. Prosesi sakral ini melibatkan 14 pemikul, 5 pawang dari Lembaga Adat Tidung Ulun Pagun Tarakan, 20 pemain hadrah dari Sanggar Seni Musik Hadrah Tengara Mamburungan, serta 157 penari. Ribuan warga berbondong-bondong menuju tepi pantai untuk menyaksikan momen bersejarah ini.
Setelah prosesi penurunan perahu khas suku Tidung Pesisir itu selesai dilaksanakan, suasana kembali semarak dengan penampilan tari zapin pergaulan dan zapin beselimur. Wali Kota Khairul bahkan turut menari bersama para pejabat dan masyarakat yang hadir, menunjukkan semangat kebersamaan yang menjadi jiwa dari Festival Iraw Tengkayu. Interaksi ini memperkuat ikatan komunitas.
Membangun Tarakan Berbasis Budaya dan Ekonomi Kreatif
Wali Kota Khairul berharap nilai persatuan dan gotong royong yang terjalin dalam Festival Iraw Tengkayu dapat terus dijaga dan menjadi kekuatan. Semangat kebersamaan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada perayaan festival, tetapi juga meresap dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Ini adalah fondasi penting bagi pembangunan kota.
Beliau menegaskan bahwa semangat tersebut harus menjadi kekuatan dalam membangun Tarakan sebagai kota cerdas. Visi ini mencakup pengembangan berbasis jasa, perdagangan, perikanan, kelautan, serta ekonomi kreatif yang berdaya saing. Tujuan utamanya adalah mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri.
Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 sendiri memiliki tujuan mulia untuk mempromosikan kekayaan budaya lokal, meningkatkan pariwisata berbasis budaya, dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, serta masyarakat. Program ini menjadi wadah strategis untuk mendukung visi pembangunan Tarakan. Dengan demikian, festival ini berperan ganda sebagai pelestari budaya dan pendorong ekonomi.
Sumber: AntaraNews