Fakta Terbaru Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dari Tarif Hingga Biaya Proyek Membengkak

Kamis, 4 Agustus 2022 07:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Fakta Terbaru Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dari Tarif Hingga Biaya Proyek Membengkak Progres Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung akan menjadikan Indonesia dengan layanan kereta api cepat pertama di ASEAN. Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan memberikan alternatif transportasi kepada masyarakat yang ingin bepergian dengan cepat, aman, dan nyaman di antara kedua wilayah tersebut.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) optimis dapat menuntaskan Proyek Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) melalui penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2022 sebesar Rp4,1 triliun yang telah disetujui Komisi VI DPR RI.

VP Public Relations KAI, Joni Martinus mengatakan, dukungan PMN ini sangat penting untuk menyelesaikan proyek KCJB melalui PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Menurut dia, dengan adanya layanan kereta api cepat tersebut, diharapkan dapat turut meningkatkan perekonomian masyarakat terutama di stasiun-stasiun pemberhentian.

"Hadirnya Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung akan memberikan pilihan bagi masyarakat untuk bertransportasi dengan cepat dan selamat. KCJB juga diharapkan menjadi momentum agar dapat terealisasi transportasi-transportasi modern lainnya di Indonesia," ucap Joni di Jakarta, Rabu (3/8).

Saat ini beredar fakta-fakta terbaru soal pembangunan hingga rencana tarif atau ongkos kereta cepat Jakarta-Bandung. Berikut, merdeka.com mencoba merangkumnya:

2 dari 4 halaman

Ongkos Kereta Cepat

VP Public Relations KAI Joni Martinus memberi bocoran soal operasional kereta cepat Jakarta-Bandung nantinya. Satu rangkaian KCJB terdiri dari 8 kereta dengan kapasitas sebanyak 601 pelanggan dengan layanan kelas VIP sebanyak 18 pelanggan, First Class sebanyak 28 pelanggan, dan Second Class sebanyak 555 pelanggan. Tarif yang akan dikenakan berkisar antara Rp250.000 hingga Rp350.000.

"Kecepatan maksimal yang dapat ditempuh KCJB yaitu 350 km per jam dengan waktu tempuh Jakarta - Bandung atau sebaliknya yaitu 36 - 45 menit saja,” katanya dikutip di Jakarta, Rabu (3/8).

Joni mengatakan, rancangan kereta cepat berjenis KCIC400AF terinspirasi dari satwa khas Indonesia yaitu komodo, dengan warna dominan merah dan putih. Harapannya, identitas Indonesia langsung muncul saat melihat desain kereta tersebut.

Pada bagian interiornya, seperti di kursi terdapat sentuhan motif mega mendung khas Cirebon karena sebagian besar lintasan KCJB melintasi wilayah Jawa Barat.

3 dari 4 halaman

Progres Pembangunan

Saat ini, progres investasi Proyek KCJB telah mencapai 85 persen. Sementara itu progres fisiknya telah mencapai 76 persen. KCJB akan beroperasi di jalur ganda sepanjang 142,3 km yang akan berhenti di 4 stasiun yaitu Stasiun Halim (Jakarta), Karawang, Padalarang, dan Tegalluar (Bandung).

KAI melalui KCIC, kata dia, terus berupaya mempersiapkan KCJB semaksimal mungkin sehingga tes dinamis KCJB dapat dilakukan pada November 2022 bertepatan dengan penyelenggaraan Presidensi G20.

"KAI akan terus berkoordinasi dengan para stakeholder untuk pencairan PMN, sekaligus mengelola dengan akuntabel, transparan dan bertanggung jawab sehingga dapat mewujudkan transportasi kereta cepat dengan tepat waktu," kata Joni.

4 dari 4 halaman

Biaya Proyek Membengkak

Biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mengalami pembengkakan cukup besar. Menurut hitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pembengkakan biaya mencapai USD 1,176 miliar atau setara dengan Rp16,8 triliun.

Rencananya, penambalan biaya tersebut akan menggunakan pinjaman dari bank. Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyampaikan, pinjaman yang diambil itu akan digunakan untuk menutup sekitar 75 persen dari total pembengkakan biaya. Sementara, 25 persen lainnya akan ditambal dari patungan antara konsorsium BUMN China dan BUMN Indonesia.

Terkait patungan menutup 25 persen pembengkakan biaya ini, Arya juga menyinggung Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp4,1 triliun ke PT KAI. Sementara konsorsium BUMN China akan menambal sekitar Rp3 triliun.

Arya juga mengungkap bahwa akan mencari sumber pinjaman untuk menambal pembengkakan biaya. Ini untuk menutup 75 persen kelebihan biaya proyek KCJB. Pinjaman ini akan diambil atas nama konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

"Dari total itu, itu nanti yang 75 persen kita akan cari loan (pinjaman), cari dari perbankan mana, dari China atau dari mana," ungkapnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir belum mengungkapkan besaran kelebihan biaya atau cost overrun dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Namun dia memastikan, jika pembangunan ditunda maka akan memakan biaya yang jauh lebih mahal.

Erick menyebut, besaran cost over run mega proyek KCJB ini menunggu hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Namun, dia belum mengungkap besarannya.

"Itu kan BPKP urusannya," kata dia kepada wartawan di Perpustakaan Nasional RI, Rabu (3/8). [idr]

Baca juga:
Erick Thohir Soal Anggaran Kereta Cepat Bengkak: Lebih Mahal Kalau Ditunda
Pembengkakan Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp16 Triliun Ditambal Pakai Utang
Naik Kereta Cepat, Jakarta-Bandung Hanya 36 Menit dan Ongkos Rp350.000
Cetak Sejarah, Indonesia Bakal jadi Negara Pertama Asia Tenggara Miliki Kereta Cepat
Menjajal Kereta Cepat Saudi: Fasilitas Nyaman dan Pemandangan Indah
Pemerintah Masih Hitung Kelebihan Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini