Erick Thohir: Jangan Sampai Transaksi Pertamina-Saudi Aramco Rugikan Negara

Jumat, 25 Oktober 2019 21:04 Reporter : Idris Rusadi Putra
Erick Thohir: Jangan Sampai Transaksi Pertamina-Saudi Aramco Rugikan Negara Erick Thohir. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Menteri BUMN, Erick Thohir mengingatkan agar negosiasi Saudi Aramco dengan Pertamina terkait valuasi kilang pengolahan minyak di Cilacap, Jawa Tengah jangan sampai merugikan negara.

"Mesti dicarikan solusinya, yang penting tidak (ada) suap berupa komisi atau kickback korupsi," ujar Erick Thohir dikutip dari Antara, Jumat (25/10).

Erick mengatakan, dalam sebuah negosiasi bisnis, proses tawar menawar merupakan hal lumrah, dia hanya mewanti-wanti jangan sampai negosiasi Saudi Amraco dan Pertamina ini dianggap transaksi yang merugikan negara.

Dia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan meneliti dan mencermati beberapa hal dalam negosiasi valuasi proyek kerja sama pengembangan kilang pengolahan minyak.

Negosiasi antara Saudi Aramco dan Pertamina merupakan salah satu dari tiga program yang menjadi prioritas Menteri BUMN Erick Thohir usai dilantik oleh Presiden Jokowi.

1 dari 1 halaman

Bahas Valuasi Proyek

Sebelumnya PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco, perusahaan migas asal Arab Saudi, hingga kini masih membahas valuasi proyek kerja sama pengembangan kilang pengolahan minyak di Cilacap, Jateng.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan saat ini valuasi masih terus dilakukan hingga menemukan titik terang.

Kerja sama Pertamina dan Saudi Aramco di Cilacap yang digagas sejak 2014 belum berjalan karena terhambat perbedaan valuasi kedua belah pihak. Joint venture development agreement antara Pertamina dan Saudi Aramco telah diperpanjang dari Juni 2019 menjadi September 2019.

Pengembangan Kilang Cilacap merupakan bagian dari enam proyek pengembangan kilang (refinery development master plan/RDMP) dan baru (new grass root refinery/NGRR) untuk meningkatkan kapasitas produksi BBM Pertamina, dari saat ini sekitar 1 juta barel menjadi dua juta barel per hari. [idr]

Baca juga:
Erick Thohir: Selama Profesional dan Capai Target, Direksi BUMN Tak Perlu Diubah
Budi Gunadi Sadikin: Dari Sinergi E-Toll, Saham Freeport Hingga Wamen BUMN
Tanri Abeng Soal 2 Wamen BUMN: Agar Gerak Lebih Cepat
Jadi Wamen BUMN, Bos Inalum dan Bank Mandiri Siapkan Pengunduran Diri
Bos Mandiri dan Inalum Dikabarkan Jadi Wakil Menteri BUMN

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini