Ekspansi Bisnis, PGN Bakal Pasok LNG ke Luar Negeri

Selasa, 24 Mei 2022 18:45 Reporter : Idris Rusadi Putra
Ekspansi Bisnis, PGN Bakal Pasok LNG ke Luar Negeri PGN. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT PGN Tbk bakal masuki pasar LNG internasional dengan menggandeng PRISM Energy International, anak perusahaan asal Korea Selatan, SK E&S, yang bergerak di bidang LNG trading.

PGN dan PRISM bahkan telah menandatangani perjanjian induk atau master sales and purchase agreement (MSPA) dalam rangka jual beli LNG di 28th World Gas Conferrence, Daegu, Korea Selatan. Penandatanganan MSPA dilakukan Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan dan CEO PRISM Energy International Chung Jaehak, pada Selasa (24/5).

MSPA ini menjadi tindak lanjut penandatanganan MOU antara PGN dan SK E&S untuk kerja sama pengembangan LNG, hidrogen, dan carbon capture storage (CCS), yang turut disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 22 Februari 2022.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Heru Setiawan mengungkapkan MSPA ini akan membuka peluang jual beli LNG internasional bagi PGN dalam upaya penyediaan energi bersih bersama PRISM.

"Kami men-challenge diri sendiri agar tidak hanya hadir untuk kebutuhan gas bumi domestik di mana kita telah mencapai 89 persen market share, tetapi juga untuk dapat keluar dari zona nyaman dengan memasuki pasar internasional," ujar Heru dikutip dari Antara, Selasa (24/5).

2 dari 2 halaman

Transisi Energi Bersih

Selain perdagangan LNG internasional, kerja sama ini juga sejalan dengan visi misi SK Group dalam utilisasi gas bumi menuju masa transisi energi bersih. Dalam hal ini, Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang potensial untuk menyediakan green hydrogen.

Heru berharap, PGN dan SK Group dapat saling melengkapi dalam pengembangan energi baru terbarukan termasuk pengembangan LNG, hidrogen, dan CCS. Kebijakan energi dan transisi energi bersih merupakan penentu utama permintaan LNG di Korea Selatan.

Pada akhir 2020, Korea Selatan juga mengumumkan target net zero emissions pada 2050, adapun porsi LNG pada bauran pembangkit listrik tahun 2030 mencapai hingga 19 persen.

Peran LNG dalam bauran tenaga listrik tersebut akan terus berkembang yang mana perkiraan permintaan LNG Korea Selatan pada 2030 akan mencapai antara 65-66 miliar meter kubik (bcm) atau sekitar 50 Mt.

"Kami percaya dengan sinergi infrastruktur LNG, teknologi, pasar, sekaligus sebagai penyuplai LNG terpercaya, PGN dan SK Group mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan gas bumi untuk transisi energi bersih di Korea Selatan, Asia Tenggara, hingga pasar global lainnya," ujar Heru. [idr]

Baca juga:
PGN Bakal Siapkan Infrastruktur dan Suplai Gas Bumi ke Kilang Tuban
Perdana, PGN Pasok Gaslink CNG ke UMKM di Batam
Siap-Siap, Harga Gas Bumi PGN Bakal Naik Mulai 1 April 2022
PGN Target Bangun 240.000 Sambungan Jargas di Jabodetabek hingga Cirebon
PGN Raih Laba Bersih USD 303 Juta di 2021
PGN Bangun 3.900 Meter Pipa Gas Layani 204 Sambungan Jargas di Balkondes Magelang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini