Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ekonomi Sumut Terus Meningkat, Namun Disparitas Masih Tinggi

Ekonomi Sumut Terus Meningkat, Namun Disparitas Masih Tinggi Wiwiek Sisto Hidayat. ©2019 Merdeka.com/Azzura Zurae

Merdeka.com - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Hidayat memaparkan kondisi perekonomian di Sumatera Utara. Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara di triwulan I-2019 meningkat hingga 5,3 persen.

Menurutnya, angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,07 persen. Realisasi ini ditopang oleh perbaikan kinerja sektor konstruksi yang didorong oleh berlanjutnya pembangunan proyek-proyek infrastruktur pemerintah yang bersifat multiyears.

Dari sisi permintaan, perekonomian masih ditopang oleh permintaan domestik, didorong oleh Konsumsi pemerintah sejalan dengan realisasi bantuan sosial dan belanja barang. Selain itu, pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi juga meningkat seiring dengan moderasi konsumsi masyarakat pasca momen perayaan Natal dan Tahun Baru serta realisasi belanja modal pelaku usaha yang belum maksimal di awal tahun.

"Secara historis, realisasi pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara triwulan I merupakan yang tertinggi sejak tahun 2014. Di tengah dinamika perekonomian global yang masih diliputi oleh ketidakpastian tinggi, tentu realisasi ini menjadi catatan baik bagi Sumatera Utara," kata Wiwiek dalam diskusi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (19/7).

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara juga menunjukkan kualitas yang semakin baik dalam tiga tahun terakhir. Pembangunan yang terus dilaksanakan di berbagai daerah diperkirakan berdampak positif terhadap penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran.

Tingkat kemiskinan menurun dari 9,85 persen di 2015 menjadi 8,94 persen di 2018, sementara tingkat pengangguran terbuka juga menurun dari 6,7 persen di 2015 menjadi 5,56 persen di 2018.

"Meski demikian, disparitas pertumbuhan ekonomi antar wilayah/Kabupaten masih terlihat. Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara masih ditopang oleh 5 Kabupaten/Kota khususnya yang berada di pesisir timur. Perekonomian kota Medan, Deli Serdang, Simalungun, Asahan dan Batubara mendominasi perekonomian Sumut dengan pangsa 55 persen," imbuhnya.

Ke depan, perekonomian Sumatera Utara diprediksi tumbuh lebih baik dibandingkan 2018. Perekonomian Sumatera Utara diperkirakan tumbuh di kisaran 5,0-5,4 persen (yoy) didorong oleh perbaikan kinerja konsumsi pemerintah, ekspor antar daerah serta berkurangnya tekanan impor luar negeri. Harapan akan perbaikan penyerapan anggaran dan kenaikan anggaran transfer dari pusat mendorong konsumsi pemerintah.

Sementara perluasan implementasi kebijakan B20 diyakini akan meningkatkan permintaan CPO dan biodiesel sehingga memperkuat ekspor antar daerah. Di sisi lapangan usaha, pembangunan infrastruktur bernilai besar yang terus berlanjut menopang lapangan usaha konstruksi.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP