Ekonomi Gelap, Jokowi Ingatkan Anak Buah Singkirkan Ego Sektoral

Selasa, 6 Desember 2022 20:25 Reporter : Anisyah Al Faqir
Ekonomi Gelap, Jokowi Ingatkan Anak Buah Singkirkan Ego Sektoral Presiden Joko Widodo. ©2020 Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Jelang akhir tahun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Selasa (6/12). Dalam sidang kabinet paripurna, Jokowi meminta para menteri untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan dan energi yang mungkin terjadi tahun depan.

"Presiden Jokowi memberikan instruksi dan arahan kepada seluruh anggota kabinet agar waspada dan hati-hati dengan situasi dunia yang tidak baik-baik saja," ungkap Sri Mulyani dalam unggahannya di akun instagram @smindrawati, dikutip Selasa, (6/12).

Sri Mulyani menuturkan pemerintah harus bisa mengantisipasi masalah yang timbul dari sektor pangan utamanya beras. Jokowi mengingatkan agar para menteri menyingkirkan ego sektoral dalam masalah ini.

"Jajaran kabinet harus bekerja sama dan bekerja bersama secara teliti, sinergis dan tidak terjebak ego sektoral," kata dia.

Dalam rapat kabinet tersebut, dirinya menyampaikan kondisi dan tantangan ekonomi global. Kebijakan APBN 2023 sebagai pelindung rakyat dan perekonomian dari gejolak ekonomi dunia melalui fungsi shock absorber.

"Dukungan APBN untuk menjaga daya tahan pangan dan energi," kata dia.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan berusaha untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi, dengan menjaga konsumsi. Caranya, menggunakan APBN untuk menjaga daya beli rakyat, membeli produk dalam negeri dan belanja APBN yang produktif.

Selain itu, kunci pertumbuhan ekonomi yakni investasi untuk memperkuat ekosistem hilirisasi mineral dan ekspor produk hilirisasi atau bukan bahan mentah. Sehingga akan memperkuat neraca pembayaran, pendapatan negara dan menciptakan kesempatan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan.

"Perizinan investasi harus terus disederhanakan dan dikawal agar mudah dan cepat," kata dia. [azz]

Baca juga:
Airlangga Prediksi Inflasi Capai di 5,5 Persen di Akhir 2022
Terungkap, Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Bisa Tertinggi di Dunia
Bukti Indonesia Mulai Beralih ke Energi Hijau
Ekonomi RI Diprediksi Masih Bisa Tumbuh 5 Persen, Meski Ada Ancaman Resesi
Pertumbuhan Ekonomi Global di 2023 Diprediksi Hanya Capai 2,6 Persen
Inflasi dan Suku Bunga Tinggi Masih Hantui Ekonomi Global di 2023

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini