Dulu Sepelekan Covid-19, Tengok Bagaimana Pandemi Porak-porandakan Bisnis Trump

Rabu, 24 Maret 2021 06:00 Reporter : Merdeka
Dulu Sepelekan Covid-19, Tengok Bagaimana Pandemi Porak-porandakan Bisnis Trump trump kampanye di florida. ©Reuters/Tom Brenner

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 turut memporak-porandakan bisnis mantan presiden Donald Trump. Masalah yang saat dirinya masih jadi presiden selalu disepelekan.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (22/3), ini terlihat dari artikel terbaru kinerja bisnis Donald Trump dalam beberapa tahun terakhir yang diulas oleh Bloomberg. Total, kekayaan Trump berkurang mencapai 25 persen selama menjadi Presiden AS. Dari USD 3 miliar atau lebih dari Rp 43,1 triliun menjadi USD 2,3 miliar atau sekitar Rp 33,1 triliun.

Tak hanya itu, dia juga dihadapkan pada tagihan utang sebesar USD 590 juta atau lebih dari Rp 8,4 triliun yang akan jatuh tempo dalam empat tahun mendatang. Padahal, kinerja bisnisnya tidak begitu menjanjikan, bahkan bisa dibilang anjlok akibat pandemi Covid-19.

Gurita bisnis Donald Trump kebanyakan berputar pada aset mewah. Industri properti merupakan urat nadi pendapatannya.

Sekitar tiga perempat sumber kekayaan Trump disumbangkan dari kepemilikannya atas sejumlah aset real estate mulai dari hotel, resort mewah, lapangan golf hingga gedung perkantoran yang menjulang puluhan lantai.

Sayangnya, selama beberapa tahun belakangan bisnis terbesarnya itu mulai lesu. Dalam lima tahun terakhir, nilai real estate yang dimilikinya telah berkurang 26 persen.

Dia juga dihadapkan utang dari aset real estate yang nilainya ditaksir mencapai USD 256,8 juta atau lebih dari Rp 3,5 triliun.

Trump tidak hanya kaya raya dari hasil berbisnis properti, beberapa sumber kekayaan minoritasnya masih menghasilkan uang hingga saat ini.

Trump masih memiliki sejumlah pesawat tipe Boeing 757 dari bekas bisnis aviasinya yang sudah tutup hampir tiga dekade silam.

Pada 2015, ada 7 pesawat yang nilainya ditaksir USD 59 juta atau lebih dari Rp 800 miliar, namun tahun lalu tersisa 5 pesawat dan nilainya berkurang 80 persen yang tersisa USD 6,5 juta atau kurang dari Rp 100 miliar.

Trump juga sudah meluncurkan belasan buku yang menghasilkan pendapatan fantastis. Pemasukan dari penjualan buku-bukunya mencapai USD 119.341 atau sekitar Rp 1,7 miliar tahun lalu. Meski nilai ini sangat berkurang banyak jika dibandingkan USD 888.000 atau Rp 12,7 miliar yang diperoleh dari penjualan pada 2015.

Di industri hiburan, Trump juga sempat memegang lisensi untuk perhelatan kecantikan terbesar dunia Miss Universe namun menjualnya saat pertama kali hijrah ke Gedung Putih.

Baca Selanjutnya: WFH Redupkan Bisnis Sewa Gedung...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini