DPR RI Apresiasi Inovasi Indofood: Kunci Peningkatan Daya Saing Industri Nasional di Kancah Global

DPR RI memuji inovasi Indofood yang menjadi pendorong utama peningkatan daya saing industri nasional. Temukan bagaimana strategi ini membawa produk lokal bersaing di pasar global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPR RI Apresiasi Inovasi Indofood: Kunci Peningkatan Daya Saing Industri Nasional di Kancah Global
DPR RI memuji inovasi Indofood yang menjadi pendorong utama peningkatan daya saing industri nasional. Temukan bagaimana strategi ini membawa produk lokal bersaing di pasar global. (AntaraNews)

Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang telah diciptakan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Inovasi ini diyakini menjadi kontributor penting dalam meningkatkan daya saing industri Tanah Air di tengah persaingan global yang semakin ketat, menunjukkan peran vital Inovasi Industri.

Pujian tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Panitia Kerja (Panja) Daya Saing Industri Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk memahami lebih dalam strategi perusahaan yang berhasil menembus pasar internasional berkat Inovasi Industri yang konsisten.

Evita Nursanty menyoroti bahwa kunci keberhasilan Indofood bertahan di pasar global adalah inovasi berkelanjutan yang selalu menyesuaikan dengan selera konsumen. Hal ini mencakup adaptasi cita rasa lokal hingga kemasan produk yang menarik, membuktikan bahwa Inovasi Industri adalah fondasi utama bagi pertumbuhan.

Evita Nursanty mengungkapkan kekagumannya terhadap pendekatan inovatif Indofood. "Dari hasil pemaparan tadi, saya juga sempat menanyakan apa yang membuat Indofood bertahan di pasar global. Jawabannya inovasi, kalau kita mau produksi apapun, mulai dari UMKM yang paling penting itu adalah inovasi," katanya di Cikarang, menekankan pentingnya Inovasi Industri.

Perusahaan ini tidak hanya berinovasi pada produk akhir, tetapi juga pada aspek rantai pasok bahan baku. Indofood memanfaatkan jaringan internal seperti Bogasari serta program pendampingan yang memberdayakan puluhan ribu petani dan pelaku UMKM, menciptakan ekosistem Inovasi Industri yang kuat dan mandiri.

Integrasi vertikal dan horizontal ini memastikan ketersediaan bahan baku berkualitas sekaligus mendukung perekonomian lokal. Strategi ini memungkinkan Indofood untuk menjaga kualitas dan efisiensi produksi, menjadikannya contoh perusahaan dengan daya saing global yang patut dicontoh dalam hal Inovasi Industri.

Selain Inovasi Industri pada produk dan rantai pasok, Evita juga mengapresiasi kebijakan manajemen Indofood yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan. Perusahaan memberikan berbagai benefit di luar gaji pokok, seperti fasilitasi pelatihan kerja, pemberian makan dan minum, hingga fasilitas antar jemput, menunjukkan komitmen terhadap sumber daya manusia.

Franciscus Welirang, Komisaris Utama PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kerja yang lebih luas dari sekadar gaji. "Ada 59 jenis benefit di luar gaji yang dikeluarkan oleh perusahaan namun hal ini jarang disuarakan oleh DPR," ujarnya, seraya menyebut fasilitas makan dan minum sebagai contoh kepedulian gizi karyawan.

Namun, Indofood juga menghadapi tantangan, terutama terkait harga bahan baku. Franciscus Welirang menjelaskan kendala dalam mengubah komposisi tepung terigu ke tepung singkong atau sagu karena perbedaan harga yang signifikan. "Masalah kita, tepung terigu selalu lebih murah, coba beli tepung singkong berapa, tepung sagu berapa, Rp14.000 per kilo tapi tepung terigu hanya Rp8.000," ungkapnya, menunjukkan kompleksitas dalam pengembangan bahan baku lokal meskipun ada dorongan untuk Inovasi Industri bahan pangan.

Plt. Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat regulasi terkait pemenuhan bahan baku dan bahan penolong bagi industri. Ini termasuk mengatasi kendala yang dihadapi Indofood sebagai produsen mi instan, menunjukkan dukungan terhadap Inovasi Industri.

Industri mi instan Indonesia menunjukkan daya saing tinggi di pasar global, dengan menyumbang tujuh persen kebutuhan dunia dan menempati peringkat keempat terbesar. Indonesia juga merupakan pasar mi instan terbesar kedua di dunia setelah China, memberikan landasan kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan berkat adaptasi dan Inovasi Industri.

Kinerja industri makanan dan minuman secara keseluruhan juga sangat positif, dengan pertumbuhan yang signifikan dari 4,6% pada triwulan kedua 2023 menjadi 6,49% terkini. Angka ini menunjukkan potensi besar sektor ini untuk terus berkembang dan berkontribusi pada ekonomi nasional, didorong oleh semangat Inovasi Industri yang tak henti.

Melalui kunjungan kerja ini, Panja Daya Saing Industri DPR RI berharap dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk mengatasi permasalahan industri. Tujuannya adalah agar industri nasional dapat bangkit kembali dan terus meningkatkan daya saingnya di kancah global, dengan Inovasi Industri sebagai motor penggerak utama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi