Ditarget selesai April, Menteri Jonan belum terima hasil negosiasi saham Freeport
Merdeka.com - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengaku belum menerima hasil terbaru negosiasi pelepasan saham (divestasi) PT Freeport Indonesia. Padahal, salah satu proses divestasi yakni pembelian saham Rio Tinto ditarget selesai April 2018.
Menteri Jonan mengatakan, negosiasi divestasi dilakukan oleh induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan yang dipimpin PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum). "Belum (mendapat hasil laporan negosiasi)," kata Menteri Jonan di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (11/4).
Dia pun enggan mengomentari terkait dengan penyelesaian negosiasi yang ditargetkan pada April 2018. Dia menyerahkan hal tersebut ke Menteri BUMN Rini Soemarno. "Ditanyakan ke Bu Menteri BUMN dulu deh," ujar Menteri Jonan.
Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno mengatakan negosiasi harga hak partisipasi Rio Tinto sebesar 40 persen, yang akan dikonversi menjadi saham PT Freeport Indonesia bisa diselesaikan April 2018.
Dia menambahkan, saat ini tim negosiasi akan melaporkan perkembangan negosiasi harga 40 persen hak partisipasi Rio Tinto dalam mengelola tambang Grasberg Papua, ke Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.
"Teman-teman di tim yang melaporkan bu menteri pulang hari Jumat akan dilaporin, Bu Rini. Kan ada tiga menteri Bu Rini, Sri dan Pak Jonan. Nanti dilaporin (angkanya). InsyaAllah April selesai," kata Fajar.
Setelah menyelesaikan negosiasi hak partisipasi Rio Tinto 40 persen, tim negosiasi akan melanjutkan proses kepemilikan sampai genap menjadi 51 persen. "Kan ada selisih tinggal sedikit, jangan sampai ketinggalan jadi 51 nya harus beres," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya