Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Istana Kepresidenan Jakarta. Keduanya berdiskusi mengenai upaya meningkatkan investasi di Tanah Air.
"Kita berdiskusi mengenai hal-hal yang perlu kita lakukan untuk mendorong investasi lebih banyak lagi," ucapnya, Senin (19/2).
Dia menyebut, pemerintah sudah memformulasikan agar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menjadi instrumen stimulus guna menarik investasi. Misalnya pemberian stimulus bagi investor yang memperluas usaha atau pelatihan terhadap tenaga kerja.
"Jadi macam kegiatan yang memang jadi prioritas, apakah itu investasi dalam rangka perluasan usaha atau apakah itu untuk rintisan," jelasnya.
Wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes ini mengatakan, rencana pemberian stimulus kepada investor ini sejalan dengan rencana Menteri Tenaga Kerja, Khanif Dhakiri dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Sebagai tindaklanjutnya, Presiden Jokowi sudah berencana untuk menggelar sidang kabinet dalam waktu dekat.
"Bapak presiden akan berencana membuat sidang kabinet supaya kita bisa presentasi apa-apa instrumen yang bisa kita pergunakan. Dengan demikian kita juga bisa melihat cost strukturnya atau struktur pembiayaan dan resiko dari pihak pihak investor terutama di dalam negeri ini. Untuk bisa memahami apa yang disebut resiko yang dihadapi versus return yang mereka akan dapatkan," terangnya.
"Dan nanti kita lihat bagaimana kita bisa menggunakan pajak atau insentif lainnya yang dalam APBN untuk bisa mengcompensate resiko itu," sambungnya.