Dibanding satu harga, ESDM ingin fokus perluas jangkauan jargas

Rabu, 31 Januari 2018 18:30 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Dibanding satu harga, ESDM ingin fokus perluas jangkauan jargas pipa gas. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berencana menyeragamkan harga gas rumah tangga di seluruh Indonesia. Penetapan gas satu harga rencananya akan rampung tahun ini.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial, mengatakan terkait rencana jaringan gas (jargas) satu harga, masih menghadapi sejumlah kendala. Perbedaan lokasi sumber gas menimbulkan biaya distribusi yang berbeda dan berdampak pada harga yang tidak sama persis.

"Sumber gasnya beda-beda. Kan harganya sudah ditetapkan BPH Migas. Itu dia mungkin biaya distribusinya jaraknya tapi idealnya dekat-dekat lah antara satu lokasi dengan lokasi lainnya," ujar Ego di Jakarta, Rabu (31/1).

Dia menambahkan saat ini harga jargas belum berbeda terlalu jauh. "Idealnya memang satu harga. Saat ini harganya tidak beda jauh," imbuhnya.

Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi ini mengatakan yang terpenting saat ini adalah fokus pemerintah untuk memperluas akses jaringan gas. Oleh karena itu, kerja sama semua stakeholder amat diperlukan.

Selain itu, peran pemerintah melalui badan usaha milik negara (BUMN) dan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus lebih ditingkatkan lagi.

Sebelumnya, Anggota Komite BPH Migas Jugi Prajugio menjelaskan bahwa pemerintah bisa saja menjadikan jargas satu harga. Dengan menetapkan harga gas untuk konsumsi rumah tangga diangka Rp 4.500 hingga Rp 5.000 per meter kubik untuk kategori rumah tangga miskin (RT1) dan Rp 6.000 hingga Rp 6.500 untuk kategori rumah tangga menengah (RT2). [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini