Di Tengah Isu Kebocoran Pipa, PT Vale Indonesia Rombak Direksi: Slamet Sugiharto Gantikan Luke Mahony
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melakukan **rombak direksi** di tengah isu kebocoran pipa di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Siapa sosok baru yang akan memperkuat strategi perusahaan?
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengambil langkah strategis dengan melakukan **rombak direksi** melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 23 September.
Keputusan penting ini diambil di tengah isu kebocoran pipa distribusi air bekas operasi tambang milik perusahaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang menimbulkan kekhawatiran publik. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat strategi dan kapabilitas teknis perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan operasional ke depan.
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Luke Mahony dari posisi Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer, serta menunjuk Slamet Sugiharto sebagai penggantinya, efektif sejak penutupan rapat.
Pergantian Pucuk Pimpinan di Tengah Tantangan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Vale Indonesia Tbk menyetujui pergantian signifikan dalam jajaran direksi perusahaan. Luke Mahony secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer.
Untuk mengisi posisi strategis tersebut, pemegang saham menunjuk Slamet Sugiharto sebagai Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer yang baru. Penunjukan ini berlaku efektif sejak penutupan RUPSLB dan akan berlangsung hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tahun 2028.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto, menyambut baik kehadiran Slamet Sugiharto. "Sebagai Perseroan yang mengedepankan teknologi dalam operasional tambang, kami menyambut kehadiran Slamet Sugiharto sebagai Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer," ujar Bernardus Irmanto.
Bernardus berharap Slamet dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat strategi dan kapabilitas teknis perusahaan. PT Vale berkomitmen untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan yang solid demi praktik pertambangan terbaik dan hilirisasi yang bertanggung jawab.
Dampak Kebocoran Pipa dan Respons Perusahaan
Perombakan direksi ini tidak terlepas dari insiden kebocoran pipa yang sedang dihadapi oleh PT Vale Indonesia. Insiden tersebut melibatkan jalur distribusi air bekas operasi tambang di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Material cairan dari kebocoran pipa ini dilaporkan merembes dan mengalir hingga ke sekitar pemukiman warga, area persawahan, dan sebagian aliran sungai. Kondisi ini tentu menimbulkan dampak serius bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
PT Vale menyatakan bahwa mereka saat ini berfokus penuh untuk menghentikan penyebaran aliran minyak dari insiden tersebut. Langkah-langkah penanggulangan awal, termasuk isolasi lokasi kebocoran, telah dilakukan untuk mencegah kerusakan tambahan.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, telah turun tangan memastikan perlindungan bagi petani yang terdampak. Sudaryono menegaskan bahwa petani yang mengalami kerugian usaha tani akibat insiden ini akan mendapatkan kompensasi yang layak.
Kebocoran pipa tersebut diperkirakan berdampak pada sekitar 30 hektare sawah di Desa Asuli, Kecamatan Towuti. Lahan pertanian tersebut mengalami gagal panen karena terendam material, sehingga tidak dapat dipanen.
Susunan Direksi PT Vale Indonesia Pasca-RUPSLB
Dengan adanya pengangkatan Slamet Sugiharto, berikut adalah susunan lengkap Direksi PT Vale Indonesia Tbk:
- Presiden Direktur dan Chief Executive Officer: Bernardus Irmanto
- Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer: Abu Ashar
- Direktur dan Chief Human Capital Officer: Heriyanto Agung Putra
- Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer: Budiawansyah
- Direktur dan Chief Financial Officer: Rizky Andhika Putra
- Direktur dan Chief Project Officer: Muhammad Asril
- Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer: Slamet Sugiharto
Sumber: AntaraNews